Ruang resonansi hari ini adalah tradisi Sámi dari Skandinavia utara, masyarakat yang sudah mendiami wilayah yang sekarang disebut Norwegia, Swedia, Finlandia, dan sebagian Rusia jauh sebelum batas-batas negara itu ada. Kondisi ruangannya mirip dengan Haida, tidak sekritis Selknam tapi sudah cukup lama meredup untuk membuat prosesnya tidak bisa dianggap mudah.
Seteelah briefing dan persiapan, merekapun masuk dan memulai proses seperti biasa. Amara menemukan fragmen narasi dan mulai bercerita, tentang Noaidi, pemimpin spiritual Sámi yang bisa berpindah antara dunia manusia dan dunia roh. Lalu ada joik, sebuah nyanyian yang merupakan cara orang Sámi menyanyikan jiwa dari orang atau tempat yang mereka cintai.
Semuanya berjalan lancar, aliran frekuensi mengalir dedngan baik. Sampai menit ke empat puluh, ada sesuatu berubah di dalam ruangan itu. Raka yang pertama kali merasakan perbedaan itu. Frekuensi ruangan yang tadinya merespons dengan baik tiba-tiba bergerak ke arah yang tidak ia antisipasi, seperti arus air yang tiba-tiba berbelok karena ada sesuatu di bawah permukaan yang menghalangi alirannya. Ia mencoba menyesuaikan resonansinya tapi penyesuaian itu justru membuat tekanannya naik, seperti selang yang dijepit di tengah sementara air masih mengalir dari belakang.
"Ada yang berubah," katanya.
Nyx langsung melihat ke HUDnya. "Jalur utama terblokir. Ada sesuatu di tengah jalur muncul tiba-tiba."
"Apa?"
"Aku tidak tahu pasti, energinya terasa padat. Seperti ada yang menahan dari dalam."
Amara berhenti bercerita dan membuka matanya. Ruangan langsung terasa berbeda tanpa aliran narasinya, lebih dingin, lebih tidak stabil.
"Kalau Amara berhenti terlalu lama proses bisa mundur, Amara, lanjutkan. Nyx, ada cara untuk memindahkan blokirnya?" tanya Raka mencoba mencari solusi.
"Perlu mendekat ke jalur utama." Nyx sudah bergerak ke arah yang ia tunjuk. "Tapi kalau energinya terlalu padat aku tidak bisa memaksanya dari luar."
"Signe?"
Signe sudah di posisi yang berbeda dari sebelumnya, mencoba mengakses celah di sekitar blokir itu dari sudut yang berbeda. "Ada celah kecil tapi tidak cukup untuk dilalui resonansi penuh."
Tekanan di dalam ruangan naik. Tekanan dari ruangan yang memutuskan untuk menolak kehadiran mereka setelah tadi menerimanya. Amara terus bercerita tapi suaranya mulai terdengar lebih berat, terlalu banyak energi untuk menceritakan narasi saat ini.
Raka mencoba dari sudut yang lain, mengalirkan resonansinya lebih pelan, lebih hati-hati, mencari celah di sekitar blokir itu daripada mencoba menembus langsung. Tapi blokir itu tidak bergerak. Padat, terpusat, seperti sesuatu yang sudah ada di sana sangat lama dan tidak berniat pindah.