Seminggu setelah misi keempat, Hermes mengumpulkan mereka di ruang peta. Proyeksi tiga dimensi yang mengambang di tengah ruangan menampilkan kondisi terbaru. Enam puluh dua titik menyala, dua puluh satu masih gelap. Dibanding kondisi waktu mereka pertama datang, perubahannya signifikan. Tapi dibanding dua puluh satu yang masih menunggu, masih jauh.
Hermes tidak langsung bicara tentang misi berikutnya. Ia berdiri di depan proyeksi itu dan membiarkan mereka memandanginya dulu. Heremes terlihat berbeda dari biasanya, sorot mata dan raut wajahnya menyrakan sesuatu kekhawatiran, dahinya mengerenyit seperti sedang mempertimbangkan sesuatu.
"Kita perlu bicara tentang langkah berikutnya," katanya akhirnya. "Dan ini berbeda dari misi-misi sebelumnya. Selama ini kita masuk ke ruang-ruang resonansi yang gelap dan membantu menyalakannya kembali dari dalam. Itu berhasil. Enam ruang sudah aktif kembali, beberapa lagi terdampak secara tidak langsung." Hermes menatap proyeksi itu. "Tapi selama kita hanya mengerjakan ini, kita hanya menangani gejalanya. Bukan sumbernya."
"Lethe," kata Nyx.
"Lethe." Hermes berbalik. "Selama koneksinya ke sistem distribusi konten masih ada, laju peredupan akan terus berjalan. Kita bisa nyalakan semua dua puluh satu ruang yang tersisa dan dalam beberapa tahun semuanya akan mulai meredup lagi."
"Jadi kita perlu memutus koneksi itu," kata Amara.
"Atau mengubah cara Lethe menggunakannya." Hermes menatap Raka. "Dan untuk itu kita perlu masuk ke lapisan di mana Lethe beroperasi secara langsung. Bukan menunggu ia yang datang berbicara. Kita yang pergi."
Raka sudah memperkirakan ini akan datang. Sejak percakapan di ruang makan setelah Lethe berbicara ke seluruh Arkhana, sejak ia mendengar tentang Alētheia, ada sesuatu di dalam dirinya yang tahu bahwa suatu saat ia akan pergi menemui Lethe.
"Seperti apa lapisan itu?" tanya Signe.
Hermes menarik kursi dan duduk, gerakan yang tidak biasa karena biasanya ia lebih suka berdiri. "Lapisan Lethe bukan lokasi fisik yang bisa dicapai dengan berjalan ke koridor tertentu. Ia ada di frekuensi. Frekuensi kelupaan yang sangat spesifik, sangat dalam, sangat berbeda dari frekuensi apapun yang pernah kalian masuki sebelumnya."
"Cara masuknya?" tanya Nyx.
"Dengan menggabungkan resonansi kalian semua ke dalam satu titik yang cukup kuat untuk membuka koneksi ke frekuensi itu. Seperti yang kalian lakukan di dalam misi-misi biasa, tapi jauh lebih dalam dan dengan Raka sebagai titik pusatnya." Hermes berhenti. "Dan di dalam lapisan itu, batas antara apa yang nyata dan apa yang diceritakan sangat tipis. Siapapun yang masuk bisa kehilangan kejelasan tentang sesuatu yang jelas terjadi atau sesuatu yang hanya khayalan saja."
"Dan untuk Raka khususnya," kata Amara pelan.
"Untuk Raka khususnya, Resonansi Ganda akan bekerja dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dari misi biasa. Yang artinya harga yang dibayar bisa jauh lebih besar dari sebelumnya." ujar Hermes sambil menatap Raka yang memperhatikannya dengan saksama. Seluruh orang di dalam ruangan diam.
Raka menatap proyeksi peta di depannya. Dua puluh satu titik yang masih gelap. Enam puluh dua yang menyala. Dan di suatu tempat di antara frekuensi-frekuensi itu, sesuatu yang ribuan tahun lalu adalah Alētheia dan sekarang menanggung nama yang berbeda, menunggu dengan cara yang mungkin bukan menunggu, tapi berubah menjadi kekosongan dan kehampaan.
"Kapan?" tanya Raka.