Hermes sudah menjelaskan ini waktu briefing terakhir. Tidak ada koridor yang mengarah ke sana, tidak ada pintu yang perlu didorong. Lapisan itu ada di frekuensi, bukan di lokasi. Cara masuknya adalah dengan menciptakan resonansi yang cukup kuat untuk membuka koneksi langsung ke frekuensi itu dari dalam Arkhana sendiri.
Mereka melakukannya di ruang resonansi yang paling besar di Arkhana, ruang yang Hermes sebut ruang pusat, ruang yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya. Bentuknya bukan segi delapan seperti ruang-ruang resonansi lain. Bulat, dengan atap yang melengkung ke atas membentuk kubah, dan di puncak kubah itu ada sesuatu yang bukan lubang dan bukan langit-langit, lebih seperti titik di mana semua frekuensi Arkhana bertemu.
Lantainya berbeda juga. Ada pola yang terukir di sana, lingkaran-lingkaran yang saling bertumpuk dengan titik pusat yang sama di tengah ruangan. Hermes meminta mereka berdiri di lingkaran terluar, membentuk formasi dengan Raka di tengah. Mbak Sari berdiri mengamati dari pintu.
"Satu hal terakhir sebelum kalian mulai," kata Hermes. Ia berdiri di luar lingkaran, di sisi yang berbeda dari Mbak Sari. "Di dalam lapisan itu, kalian mungkin melihat atau merasakan hal-hal yang tidak punya konteks yang jelas. Fragmen dari cerita yang sangat lama, emosi yang bukan milik kalian, gambaran yang tidak berurutan. Itu normal. Pegang frekuensi masing-masing dan jangan lepaskan koneksi ke orang-orang di sekitar kalian."
"Dan Raka," katanya, beralih langsung ke Raka. "Jangkarmu. Kamu tahu apa itu."
"Tahu," kata Raka.
"Pegang itu. Apapun yang terjadi di dalam."
Raka menepuk saku celananya. Buku catatan ada di sana.
Hermes mundur ke posisi Mbak Sari. "Mulai saat kalian siap."
Mereka memulai dengan cara yang sudah sangat familiar, kalibrasi dulu, masing-masing merasakan frekuensi diri sendiri sebelum mulai menyambungkannya ke yang lain.
Raka menutup matanya. Frekuensi Nyx di sisi kirinya, presisi dan cepat seperti biasa. Frekuensi Amara di kanan, mengalir dan terus bergerak. Signe di belakang kirinya, lebih solid dari minggu-minggu pertama. Danu di belakang kanannya, besar dan hangat, terasa lebih kokoh dan terkontrol dari sebelum misi keempat, tidak lagi terasa seperti sesuatu yang terkompresi terlalu rapat.
Empat frekuensi yang berbeda tapi sudah sangat ia kenal. raka membuka resonansinya dan mulai menyambungkan frekuensi. Prosesnya lebih lambat dari biasanya karena lebih dalam. Bukan seperti membuka pintu tapi seperti menggali, lapisan demi lapisan, sampai ke frekuensi yang ada di bawah frekuensi yang biasa mereka akses. Di misi-misi biasa mereka masuk ke frekuensi dari tradisi mitologi tertentu. Kali ini mereka mencari sesuatu yang lebih tua dan lebih dalam dari itu.
Menit-menit pertama tidak ada yang berubah secara dramatis. Kemudian Raka merasakan sesuatu bergerak di bawah semuanya. Bukan sesuatu dari luar yang bergerak masuk, tapi bergerak dari bawah terus naik mendekati mereka. Seperti lapisan tanah yang tadinya terasa padat tiba-tiba punya sesuatu yang bergerak di dalamnya, sangat dalam, sangat pelan.
"Ada yang merespons," kata Raka pelan.
Tidak ada yang menjawab tapi ia bisa merasakan empat frekuensi di sekitarnya menjadi lebih fokus. Ia mengikuti pergerakan itu, membiarkan resonansinya turun lebih dalam, lebih dalam dari yang pernah ia lakukan sebelumnya. Ada titik di mana ia merasakan sesuatu seperti tekanan di semua sisi sekaligus, seperti menyelam ke kedalaman yang berbeda dan air di sana punya berat yang berbeda. Bukan menyakitkan tapi tidak bisa diabaikan.
Kemudian tekanan itu berhenti. Dan ada sesuatu di sana. Frekuensi yang tidak punya padanan dengan apapun yang pernah ia rasakan sebelumnya. Bukan seperti frekuensi dari ruang-ruang resonansi yang punya karakter dan warna tersendiri. Ini lebih seperti... ruang kosong yang punya kesadaran. Kekosongan yang tahu bahwa ia kosong dan sudah sangat lama mengetahui itu.
Kamu datang.
Tidak ada rasa terkejut Lebih seperti pernyataan dari seseorang yang sudah memperhatikan dari awal.
"Iya," kata Raka. Suaranya keluar dengan cara yang tidak sepenuhnya fisik, lebih seperti frekuensi yang membentuk kata-kata. "Aku datang."
Kenapa kamu membawa yang lain?
"Karena aku tidak bisa melakukan ini sendirian. Dan karena mereka juga punya sesuatu yang ingin disampaikan."
Hening yang sangat panjang.
Tidak ada yang pernah datang ke sini sebelumnya.
"Aku tahu."
Biasanya mereka menunggu aku yang datang ke mereka. Dan waktu aku datang mereka takut atau marah.
"Kita yang datang ke kamu kali ini," kata Raka. "Karena ada yang ingin aku ceritakan. Tentang kamu."
Pergeseran kecil dalam frekuensi itu. Sesuatu yang bergerak, bukan menjauh tapi lebih seperti memperhatikan dengan cara yang berbeda.
Tidak ada cerita tentang aku.