Pagi hari kepulangan, Raka bangun lebih awal dari biasanya. Ia duduk di tepi tempat tidurnya dan melakukan sesuatu yang sudah jadi ritual paginya sejak beberapa minggu pertama di Arkhana. Memegang buku catatannya. Tidak membukanya, hanya memegang. Merasakan beratnya yang kecil di telapak tangan.
Kemudian ia buka ke halaman terakhir yang kosong dan menulis. Bukan catatan tentang yang hilang atau yang masih ada. Bukan protokol atau daftar yang perlu dijaga. Sesuatu yang berbeda.
Hari ini aku pulang.
Bukan pulang ke tempat yang sama persis seperti waktu aku pergi, karena aku tidak sama seperti waktu aku pergi. Tapi pulang ke orang-orang yang menunggu dan ke kehidupan yang masih ada dan ke semua hal kecil yang selama ini ada di buku catatan ini sebagai deskripsi tapi, sebentar lagi aku bisa merasakannya lagi.
Aku kehilangan beberapa hal di sini. Beberapa sudah didokumentasikan, beberapa mungkin belum sempat. Beberapa mungkin tidak bisa sepenuhnya dikembalikan ke bentuk aslinya. Itu kenyataan yang harus aku terima. Tapi aku juga mendapat beberapa hal di sini yang tidak bisa diambil dariku.
Cara tahu bahwa cerita penting bukan hanya sebagai keyakinan abstrak tapi sebagai sesuatu yang sudah aku lihat bekerja dengan mataku sendiri. Empat orang yang tahu cara menjadi jangkar untuk satu sama lain tanpa harus diminta. Dan pemahaman bahwa siapa aku bukan pertanyaan yang harus selesai dijawab untuk bisa mulai menjalani hidup. Ia adalah pertanyaan yang terus dijawab sambil menjalani hidup.