Pagi ini Keira sengaja bangun lebih siang karena ingin menghindari Alan. Ia masih cukup kesal dengan kejadian tadi malam ketika Alan tak memercayai semua ucapannya. Dengan bangun terlambat, Keira berharap nantinya Alan sudah tidak berada di rumah dan telah berangkat ke kantor. Namun, dugaan Keira itu justru salah. Begitu keluar dari kamarnya, dengan santainya Alan malah terlihat sedang menyiapkan sarapan seadanya di dapur.
“Kenapa belum berangkat ke kantor?”
Alan yang sedang menjerang mi instan di atas kompor, menoleh sebentar ke arah Keira yang belum mencuci muka. Wajah istrinya itu masih tampak sembap. Sejenak, Alan juga sempat melemparkan senyuman kecil. “Aku sudah ngajuin cuti sampai minggu depan.”
Keira kaget. “Kenapa?”
“Biar bisa ngabisin lebih banyak waktu berdua sama kamu.”
Tentu saja hal itu membuat Keira tertegun. Dulu, Keiralah yang mengucapkan kalimat tersebut kepada Alan. Namun, di pengulangan kali ini, justru Alan yang mengucapkannya untuk Keira. Belum lagi, kali ini, tanpa diminta, Alan malah lebih dulu mengajukan cuti panjang. Sekali lagi Keira terharu bukan main dan langsung memeluk Alan erat-erat. Keira tidak menyangka kalau suaminya itu rela meninggalkan pekerjaannya karena perdebatan mereka tadi malam. Padahal, di pengulangan sebelumnya, Alan mati-matian menolak usulan cuti dari Keira dan bersikeras tetap pergi bekerja. Nyatanya, di pengulangan kali ini, semuanya berubah 180 derajat. Karenanya, Keira pun meminta maaf pada suaminya itu karena telah mendiamkannya semalaman. Alan hanya menanggapinya dengan senyum hangat dan kemudian mengajak Keira sarapan bersama.
Keira yang sudah duduk di meja makan, agak kaget ketika Alan menyajikan masakan buatannya, meskipun hanya dua mangkuk mi instan. Selama ini, karena kesibukannya bekerja, Alan lebih memilih memesan makanan online setiap kali kelaparan di rumah.
“Kamu masak?” tanya Keira dengan tatapan nyaris tidak percaya.
Alan mengangguk sambil menikmati mi buatannya dengan wajah puas.
“Tumben?” tanya Keira lagi.
Alan menghentikan suapan mi ke dalam mulutnya. “Sejak tadi malam aku belum makan karena kamu ngambek. Jadi, pagi tadi aku beli mi instan di toserba seberang apartemen,” kelakarnya. “Lagian sayang, kan, sudah dua bulan kita punya kompor listrik bagus di apartemen ini, tapi jarang banget dipakai,” sindir Alan bercanda.
“Makanya kalau cari istri yang rajin masak. Jangan sepertiku yang males.”