Pondok kecil itu terletak di pinggir hutan, di dekat sungai berarus deras, tetapi kecil dan dangkal airnya. Rosemary biasa mencelupkan kaki di dalamnya, seraya duduk di batu sebesar anak domba—menikmati Matahari yang tidak terlalu terik pada siang yang sunyi. Tapi sekarang, ia hanya ingin duduk di samping jendela, merasakan angin sepoi-sepoi menyelinap di celah jelusi.
Ia mengenamg hari-hari saat masih tinggal di ladang tebu bersama orang tuanya. Ayah dan ibunya (ia memanggilnya Mami dan Papi) mencari nafkah dengan membuka toko material—atau bahan bangunan—yang cukup besar, bahkan mungkin yang terbesar di daerah itu—desa Dana, terletak di wilayah tiga kota Karmayoga. Ia memiliki kamar sendiri di lantai dua yang menghadap ke jalan raya yang tidak terlalu padat.
Sehabis sekolah, masih dengan seragam putih merah, dia duduk di samping jendela—seperti yang dilakukannya sekarang—dan memandang lalu lalang yang keluar masuk toko. Nama tokonya Mawar—seperti namanya—tapi agar terkesan seperti toko bahan bangunan, ayahnya menambahkan Jaya Abadi di belakangnya.
Mawar Jaya Abadi.
Belakangan ia tahu, meski mengandung kata rose, Rosemary sama sekali bukan mawar, melainkan nama tanaman herbal yang tidak ada hubungannya dengan bunga anggun berduri itu. Bahkan warnanya pun bukan merah, melainkan violet. Ia agak kecewa. Ia kerap membayangkan diri sebagai mawar yang dicintai Pangeran Kecil di planet kecilnya — dan sering memandang langit seolah menunggu kekasihnya itu pulang. Tetapi rupanya ia bukan mawar, melainkan rosemary, yang sederhana. Akan tetapi, ketika ia mencari tahu tentang tanaman herbal ini dan manfaatnya bagi kesehatan, ia tidak lagi kecewa. Malah menjadikannya semacam resolusi. Aku ingin seperti rosemary, tekadnya. Ia sendiri juga tidak tahu apa maksudnya itu.
"Mami, ketika menamaiku Rosemary, apakah tidak tahu itu apa?"
Ibunya tertawa dengan rasa bersalah, "Mami menemukan namamu di buku dongeng favorit Mami ketika kecil. Salah satu tokohnya bernama Rosemary. Tapi Mami heran, ia selalu mengenakan baju terusan berwarna ungu. Padahal mawar umumnya berwarna merah. Ternyata, Rosemary memang seharusnya berwarna biru keunguan, ya?"