Aroma Rempah Jannang

Andim Raja
Chapter #1

Prolog

Bagi Raiya, lidahnya adalah dua sisi mata uang.

Di tahun 1930an, berkat lidahnya yang dianggap mistik, Raiya naik status sosial dari seorang jannang sewaan menjadi jannang pribadi milik sebuah keluarga Belanda. Bermula ketika pasangan suami istri Tuan Jaap dan Nyonya Helena menikmati masakan-masakan yang dibuat Raiya. Itu terjadi di sebuah hajatan milik seorang keluarga bangsawan Bugis. Belum pernah pasangan suami istri Belanda itu dibuat terpukau oleh masakan seorang pribumi. Bukan hanya terpukau, mereka merasa setiap cita rasa dan aroma masakan yang mereka makan seolah merasuk ke kedalaman jiwa mereka.

Itu hari terakhir Raiya menjadi jannang sewaan. Tuan Jaap mengambilnya menjadi juru masak pribadi di rumahnya. Sejak saat itu, bertahun-tahun Raiya memiliki hidup yang menenangkan. Tuan Jaap dan Nyonya Helena memperlakukannya dengan baik. Dari mereka, Raiya menghasilkan banyak gulden-gulden berharga. Sampai akhirnya semua berakhir begitu saja saat tentara Jepang datang mengambil alih kekuasaan Belanda di Indonesia pada tahun 1942. Tuan Jaap dan keluarganya kembali ke Belanda. Raiya tidak lagi mengabdi kepada siapa pun dan mau tidak mau menjadi jannang sewaan lagi.

Tahun 1965 yang kacau, lidah Raiya menjadi petaka bagi dirinya. Melalui lidahnya, ia dianggap mengkhianati Tuhan dan negara. Raiya dituding menjadi penyedia makanan bagi orang-orang yang dianggap merah. Singkatnya, Raiya dituduh komunis dan ia mesti disingkirkan.

Di suatu hari yang mencekam, lidah Raiya dicampakkan sebilah bambu.

“Kau tidak bisa lagi memasak untuk orang-orang merah itu, hah,” gerutu seorang tentara yang baru saja menggoreskan bambu tajam di lidah Raiya.

Lihat selengkapnya