“Semalem ada kiriman paket di rumah gue, Nay. Inisialnya A,” ucapku pada Naya ketika kami bertemu di sebuah kedai kopi.
Naya menyerutup matcha latte nya. “Siapa A?” tanyanya.
Aku terdiam. Apa mungkin ini Altair…ah tapi kemungkinannya sangat kecil. Kami juga sudah tidak berhubungan. Bahkan aku juga tidak pernah tahu kabarnya saat ini. Dimana ia berada; apa ia baik-baik saja; bagaimana pekerjaannya; apa bubur kacang hijau masih menjadi favoritnya? Pertanyaan itu terus saja berputar di kepalaku sejak tadi malam. Sejak ada aster putih…hal yang sangat kuhindari beberapa tahun ini.
“Lo pasti mikir itu dari Al, ya?” tanya Naya hati-hati. Ia pasti tahu betul bagaimana perasaanku saat ini.
“Iya atau bukan, ya?” balasku ragu.
“Kalau beneran Al, mau ngapain lagi dia? Bikin lo hancur lagi?”
Aku tersenyum pahit. Itu memang faktanya, Naya tidak berbohong. Aku mulai mengaduk minumanku yang sejak tadi nyaris tak tersentuh. “Dia sejahat itu, Nay?”
“Plenger nih orang!” tegas Naya. Nadanya terdengar sangat jengkel.
“Lah cinta mah emang bikin plenger. Kalau belum plenger belum cinta,” balasku.
“Udah jelas-jelas dia ninggalin lo gitu aja tanpa sepatah kata apa pun, bisa-bisanya lo masih nanya dia jahat apa enggak. Kurang waras lo, Na!”
Ah, aku jadi teringat ketika menangis di kampus karena perlakuan Altair yang semena-mena. Itu ketika aku masih kuliah. Umurku baru menginjak dua puluh tahun. Kala itu aku sedang duduk di tangga dengan air mata yang bercucuran. Iya, aku agak cengeng kalau perihal seperti ini. Kami sebenarnya tidak bertengkar tentang hal-hal besar. Ini hanya masalah sepele menurutku.
Masalah ini bermula karena aku lupa mengabarinya kalau aku naik gojek ke kampus. Biasanya memang Al menjemputku, tapi karena kelas dimajukan, jadi aku harus segera ke kampus, sedangkan Al sedang tidak ada kelas dan aku tidak mau merepotkannya. Jadi aku berangkat ke kampus menggunakan gojek.
Aku mengirim pesan padanya bahwa aku sudah berada di kampus. Dan belum sampai lima menit setelah aku mengirim pesan, Al sudah membalasnya.
Kenapa enggak nungguin aku sih?