Aruna & Musim Terakhirnya

MANDA TIARA SANI
Chapter #11

Katanya (teman)

For: Princess Aruna Callyra galak dan cantik (cantik sedikit, galak banyak)

Halo, Tuan Puteri Aruna.

Rakyat jelata bernama Bima mau melapor. Bahwa sesungguhnya rakyat jelata sudah menelepon dan mengirim pesan berkali-kali, namun hasilnya tragis dan berakhir dicuekin.

Jadi, apakah tuan puteri baik-baik saja?

Rakyat jelata sedang sangat menderita karena tidak bisa mengganggu Princess Aruna yang katanya cantik jelita (meskipun galaknya tetap lebih banyak)

Untuk informasi tambahan, sekarang saya sudah berada di depan pintu rumah princess dengan sekantong ayam geprek kesukaan, dan ice cream favorit princess.

From : Bima

 

Aku membelalak melihat email dari Bima. Memang sudah dua hari ini aku tidak masuk kerja dan selalu mengabaikan pesan teksnya. Tapi siapa sangka ia akan mengirimku email lucu seperti ini.

“Ibuuuu, katanya Bima di luar, tolong bukain pintu sebentar yaa!” Aku sedikit berteriak karena sepertinya Ibu sedang ada di belakang.

“Okee, Naaaa!”

Aku meraih ikat rambut yang ada di nakas, kemudian berusaha mengikat rambutku dengan gaya messy bun. Maksutku kuncir satu berantakan. Ya, karena rambutku sangat kusut dan acak-acakan. Bisa dibilang mirip sarang burung.

“Aduh gimana, sih!” gumamku. Mataku terlihat sangat bengkak, dan sembab. Mirip ikan buntal rasanya. Sialan.

Perasaanku campur aduk. Rasanya seperti melihat diriku lima tahun yang lalu. Rambut berantakan, mata sembab, muka kusut, kusam, bahkan…nggak terawat. Manusia sialan itu membuat hidupku berantakan. Versi diriku yang sudah sangat ingin kutinggalkan malah memelukku lagi kali ini. Dadaku terasa sesak. Aku benci perasaan ini. Benci karena ternyata aku belum sekuat yang kupikir. Benci karena satu orang itu masih punya kuasa untuk menarikku mundur sejauh ini.

Lihat selengkapnya