ARUNIKA

Asih Ati
Chapter #11

DERANA

 “Suatu saat kamu juga akan ngerti, gak kan lama lagi,” sahut Dwi, aku tersenyum menatap Dwi.

Langit membiru sedikit mengarak awan-awan yang tak lama menguap, cuaca cerah namun tidak terasa panas, lokasi kami yang berada didataran tinggi justru membuat tubuh kami merasa dingin, aku kembali menyendok mie ongklok sejenak merasakan nikmatnya lalu menghangatkan tenggorokanku.

"“Aku masih muda yah masih punya banyak mimpi,” ucapku, membalas perkataan Dwi.

“Eh kamu gak liat ya, itu muka udah keriputan kamu udah tua tau,” ucapnya menunjuk kantong mataku.

“Sembarangan.” Dwi tertawa.

“Tapi serius deh, kamu itu harus mulai mikirin kedepannya seperti apa jangan terlalu berambisi mengejar dunia Sen,” ucap Dwi.

“Aku gak berambisi mengejar dunia kok, lagian gak semua hal jawabannya itu harus dengan menikah kan,” ucapku.

“Iyah deh iyah, eh kalau gak salah di Dieng ini ada gunung yang keren ya, bukit apa sih yang waktu itu kita nonton itu loh,” ucapnya lagi.

“Sikunir?” “Ah itu sikunir, kita ke sana yu mumpung di sini kan kemarin kamu gak ngajak aku pas naik gunung.”

“Dih masih di bahas aja, Emang kuat?”

“Ih ngeremehin.” Dwi merengut, Aku tertawa.

“Jujur ya aku juga pengen banget, tapi kan tujuan aku ke sini untuk ketemu nenekku, lagian katanya pengen ke Bromo,” ucapku, Dwi terdiam berpikir.

“Ya juga, yah udah deh gak jadi tapi ke Bromo nya harus jadi ya.”

“Insya Allah, eh tapi gak papa calon nganten diajak traveling nih, kalau kata orang Jawa ya yang mau nikah itu gak boleh pergi pergi jauh, kamu udah izinkan? Aku aja tuh sebenarnya takut bawa kamu ke sini,” tanyaku.

Lihat selengkapnya