Arunika: Rumah Cahaya

Suci Asdhan
Chapter #31

Special Chapter 3: Persalinan di Ambang Batas

Tahun 1985, Perbatasan Desa Terpencil, Jawa Tengah.

Si Biru berhenti dengan sentakan kasar di depan sebuah gubuk bambu yang nyaris tenggelam oleh rimbunnya tanaman melati. Mesin mobil yang sedari tadi menderu panas kini mengeluarkan sisa uap dari balik kap mesin, beradu dengan udara dingin pegunungan yang menusuk tulang. Broto melompat keluar, kakinya langsung terbenam lumpur sedalam mata kaki. Pria itu tak peduli. Sepatu kulit mahalnya kini hancur, tetapi fokusnya hanya satu, pintu belakang.

"Maria! Buka pintunya!" teriak Broto sambil menarik handle pintu yang licin karena air hujan.

Di dalam, suasana begitu mencekam. Bau amis darah kini mendominasi kabin yang sempit. Maria tampak pucat pasi, tangannya yang gemetar masih memegang pergelangan tangan Melati. Adik bungsunya itu sudah tidak lagi berteriak. Ia hanya mengerang lirih dengan mata yang memutih, napasnya tersengal-sengal seperti orang yang tenggelam.

"Mas, kepalanya, aku bisa lihat kepalanya." Suara Maria nyaris tidak terdengar, tercekat oleh isak tangis yang tertahan.

Broto terpaku sejenak. Ia bukan dokter, melainkan hanya seorang mekanis yang paham cara kerja piston dan transmisi, bukan rahim dan nyawa manusia. Namun, melihat wajah Maria yang penuh ketakutan, naluri perlindungannya bangkit. Pria itu melepas jaketnya, menghamparkan kain bersih yang tadi sempat ia ambil dari bagasi ke atas jok belakang yang sudah basah oleh ketuban.

"Tarik napas, Melati! Lihat Mas Broto! Tarik napas!" perintah Broto dengan suara bariton yang menggelegar, mencoba menembus kabut kesadaran adik iparnya.

Melati tersentak, kelopak matanya bergetar. Ia mencengkeram sandaran jok depan—jok yang kelak akan diduduki Rendra—hingga kuku-kukunya memutih. "Sakit ..., sakit sekali ...."

"Aku tahu. Tapi kamu harus dorong sekarang. Jangan biarkan Ayah menang. Kamu harus buktikan kalau anak ini layak hidup!" Broto memegang bahu Melati, memberikan tumpuan kekuatan yang nyata.

Lihat selengkapnya