Asa

Anjas Saputra
Chapter #4

Bab 4 : Kegalauan

Hati Vivi berdegup. Nafasnya terhenti. Waktu seolah terhenti begitu saja. Keduanya saling menatap, tanpa ada kedipan mata sedetikpun. Seolah membatu, bagai patung yang umurnya sudah ratusan tahun tidak terjamah peradaban.

Perasaan apa ini? Vivi bertanya-tanya lagi pada dirinya sendiri.

“Maap, tadi aku kurang dengar?” Vivi mencoba mengelak.

“Yaa kalau boleh si minta nomor kamu gitu. Buat kalau kita mau ngobrol-ngobrol lagi gitu.”

Mulutnya menutup rapat-rapat layaknya seseorang yang sedang dibekap memakai selotip tebal. Ingin ia membalas pertanyaan dari orang yang baru saja ia kenal tersebut. Tetapi, entah bagaimana, mulutnya tidak mau membuka. Ia mencoba memaksa diri. Hatinya gonjang ganjing, dan terasa aneh. Perasaan apa ini?

“Vivi?”

“I-iya?” Akhirnya Vivi mampu membuka mulutnya kembali.

“Maap ya kalo sekiranya mungkin tadi aku terkesan terburu-buru…”

Tidak. Iya. Ehmm tidak. Batin Vivi saling bertarung ingin mengiyakan atau tidak akan kata-kata yang terucap dari Rendy. Ia bingung, perasaan yang barusan muncul ada dirinya. Sebuah perasaan dimana dia mungkin saja rindukan? Apakah demikian?

“N-ngga kok mas, boleh-boleh ajasi…” Pikirannya kacau. Dia ingin tetapi disatu sisi juga serasa ingin menolak.

“Okedeh kalau gitu Vivi, nomor kamu berapa?”

Lihat selengkapnya