Kanaya
Mas, klo aku berhenti kerja menurut mas gimana?
(15.30)
Kanaya menggigit bibir bawahnya pelan, matanya terus menatap layar ponsel yang menampilkan kolom percakapannya dengan Darian.
Online
Mengetik...
Mas Sayang🖤🖤
Kenapa?
(15.40)
Kanaya buru-buru meraih benda itu.
Kanaya
Gak boleh ya?
(15.40)
Mas Sayang🖤🖤
Bukan tidak boleh, tapi semua harus ada alasannya kan?
(15.41)
Kanaya memainkan bibirnya, jemarinya mengambang di udara. Tidak lama, tapi cukup untuk dia memikirkan jawabannya.
Mas Sayang🖤🖤
Boleh saya telepon? Saya kali ada break lima menit.
(15.42)
Kanaya
Jangan.
Aku belum siap.
Maaf.
(15.42)
Mas Sayang🖤🖤
Kenapa harus minta maaf?
(15.43)
Jadi?
(15.44)
Bicara saja tidak apa-apa. Apa karena persiapan pernikahan?
Kanaya
Iya dan enggak.
(15.44)
Terjadi jeda cukup lama. Darian tidak membalas meski online dan Kanaya pun demikian. Tapi dia belum lepas dari benda itu. Masih menatap dengan waswas dan kini justru mencengkeram cukup kencang.
Kanaya
Klo mas lagi sibuk, kita bahas nanti aja mas.
(15.49)
Mas Sayang🖤🖤
Tunggu sebentar ya. Saya masih ada lima pasien lagi.
(14.50)
Kanaya
Iya mas, gpp. Nanti kabarin aja.
(14.50)
Kanaya merebahkan tubuhnya—bersandar pada sandaran kursi. Dia mendongak, matanya dia pejamkan.
Keputusan ini sudah dia pikirkan bahkan jauh sebelum mereka kembali bersama. Ini soal prinsip, prinsip ingin menjadi istri dan ibu seutuhnya ketika dia menikah nanti.
Bukan berarti yang bekerja tidak hebat. Jelas dia hebat.
Hei, bahkan wanita yang bisa seperti itu—menjadi istri yang baik di saat bekerja—itu hebat sekali menurut Kanaya.
Bayangkan saja, hari-harinya harus mengurus suami, anak, rumah. Di sela-sela itu dia juga harus bekerja dengan semua konflik yang mungkin ada.
Karena Kanaya belum sehebat itu, itu kenapa ia memilih untuk melepaskan. Iya, melepaskan salah satunya untuk memaksimalkan pilihannya. Setidaknya berusaha.
Ditambah, Kanaya juga sedikit mengkhawatirkan Pak Yaya dan Bu Lastri yang mungkin akan kerepotan untuk mempersiapkan pernikahan ini. Kepulangannya pasti akan banyak membantu.
Darian kembali setelah nyaris satu jam. Saat itu Kanaya sudah melakukan banyak hal. Bahkan dia sudah masak untuk makan malamnya nanti. Matahari sudah hampir tenggelam.
Mas Sayang🖤🖤