Malam ini lebih hening, bukan hanya karena kafe bawah yang sudah tutup tapi karena penghuni rumahnya pergi, kecuali Falea.
Sejak pagi, ibu dan nenek berangkat ke Jogja, katanya ada kerjasama menjadi distributor kopi luwak dengan salah satu kedai kopi disana, entahlah Falea lupa nama pastinya.
Gadis itu memilih berjalan-jalan menyusuri lantai dua rumahnya. Falea membuka kamar ibu, diatas ranjang ada beberapa tumpuk pakaian baru yang tidak jadi dikenakan, lalu satu sendal rumah yang ditinggal pasangannya, entahlah kenapa hanya ada satu.
Meja kerja ibu biasanya rapi, sekarang dipenuhi bekas tisu, tiga lipstik, pelembab bibir, maskara, perona pipi dan alat-alat mekap yang berserakan.