Asalea Lova

Ni Kadek Wiwik Dwi Oktari
Chapter #7

Ayah yang Sebenarnya?

Falea sudah tiga hari di rumah Ayah. Sudah terbiasa hidup dilayani oleh satu dua orang, setiap pagi akan ada yang mengetuk kamarnya tepat di jam tujuh pagi, menyuruhnya sarapan atau menanyakan daftar kegiatan yang ingin dilakukan gadis itu. Waktu yang cukup untuk mengenali sosok Ayahnya dengan lebih jelas. 

Dulu, pandangan Falea tentang Ayah adalah sosok laki-laki dingin, mandiri, dan egois yang pergi untuk bisa hidup sendiri.  Hari ini dia menyadari kesalahan berpikirnya. Ayah sepenuhnya orang yang berbeda, setiap hari Beliau dibantu berdandan oleh lebih dari tiga pelayan, bahkan Ayah tidak perlu repot-repot menuangkan teko air ke gelas kosong ayah, tidak susah membuka tutup saus saat kita berdua sarapan, semua sudah diserahkan pelayan, ayah hanya perlu bernapas.  Falea mengakui dia juga manja, tapi Ayahnya jauh berkali lipat lebih manja.  

Tidak! Ini berlebihan

“Cukup!” Falea menahan gerakan salah satu pelayan yang ingin mengambil sepasang pantopel agar dikenakan ayah terhambat. Falea membantu Bibi itu untuk berdiri dan mengusirnya halus.

Lihat selengkapnya