PUKUL 23.00 WIB
Sebagian besar lampu di lantai observasi telah dimatikan. Hanya beberapa ruangan yang masih menyala, termasuk ruang kerja Bumi Ariksa.
Tumpukan berkas memenuhi mejanya.
Laporan observasi.
Data pasien.
Catatan perkembangan.
Dan evaluasi yang harus selesai sebelum rapat esok pagi.
Bumi mengusap tengkuknya yang mulai pegal. Matanya lelah, tetapi kebiasaan bertahun-tahun membuatnya tetap bertahan di depan layar komputer.
Satu per satu berkas ia periksa.
Sampai tangannya berhenti pada sebuah map berwarna biru muda.
Namanya tertulis jelas.
Pelangi.
Entah kenapa, dadanya langsung terasa sedikit berbeda.
Bumi membuka berkas itu perlahan.
Awalnya ia berniat memeriksa seperti laporan lainnya.
Profesional.
Objektif.
Tidak lebih.
Namun semakin banyak halaman yang ia baca, semakin lama pula tangannya berhenti bergerak.
Riwayat kesehatan:
Tekanan darah tinggi.
Gangguan lambung kronis.
Asam lambung dengan tingkat kekambuhan yang semakin sering.
Kurang nutrisi.
Kelelahan berkepanjangan.
Pola tidur tidak teratur.
Bumi membaca ulang beberapa bagian.
Lalu sekali lagi.
Seolah berharap ada yang salah.
Tapi tidak.
Semua data itu nyata.