ASAM LAMBUNG (Kisah Anak Perempuan Pertama )

aisyah nur hanifah
Chapter #38

TIGA TAHUN MASIH SAMA, BUMI AKU KEMBALI !

Paris, Prancis.

Musim dingin datang lebih cepat tahun itu.

Butiran salju turun perlahan di luar jendela apartemen yang berada di kawasan Montmartre. Cahaya lampu kota memantul di jalanan yang memutih, menciptakan pemandangan yang dulu hanya bisa Pelangi lihat dari majalah dan layar televisi.

Kini, itu adalah kehidupannya.

Tiga tahun telah berlalu.

Tiga tahun sejak ia meninggalkan Jakarta.

Tiga tahun sejak ia dan Bumi berpisah di toko buku tua yang menjadi awal dari segala cerita mereka.

Dan dalam tiga tahun itu...

Banyak hal berubah.

Pelangi berhasil menyelesaikan program Ph.D.-nya dengan predikat terbaik.

Penelitiannya bahkan mendapat penghargaan dari institusi tempatnya belajar.

Kariernya sebagai Fashion Forecaster berkembang jauh melampaui yang pernah ia bayangkan.

Namanya mulai dikenal.

Pendapatnya didengar oleh rumah-rumah mode besar.

Ia sering bepergian ke Milan.

London.

New York.

Tokyo.

Bahkan beberapa kali menjadi pembicara dalam konferensi internasional.

Dulu.

Perempuan yang pernah kehilangan arah hidup itu tidak pernah membayangkan akan berdiri sejauh ini.

Namun ada satu hal yang tidak pernah berubah.

Satu nama.

Satu orang.

Satu kerinduan.

Bumi.

Mereka masih berkomunikasi.

Masih saling mengirim pesan.

Masih melakukan panggilan video.

Masih saling bertukar kabar.

Ketika Pelangi lulus ujian disertasinya.

Bumi adalah orang pertama yang menelepon.

Ketika Bumi berhasil memimpin operasi neurologi yang sangat kompleks.

Pelangi adalah orang pertama yang memberi ucapan selamat.

Ketika ulang tahun Pelangi tiba pada musim semi tahun lalu.

Bumi bahkan datang ke Paris.

Diam-diam.

Tanpa memberitahu siapa pun.

Ia berdiri di depan kantor Pelangi sambil membawa buket bunga kecil dan sekotak macarons favoritnya.

Hari itu mereka berjalan menyusuri Sungai Seine.

Melihat Menara Eiffel.

Tertawa.

Bercerita.

Seolah jarak sebelas ribu kilometer tidak pernah ada.

Namun...

Hanya itu.

Tidak lebih.

Lihat selengkapnya