Ashes of The Silver Mist

Nurul Nijma
Chapter #4

Bab 3

Lucus menggenggam tangannya erat hingga kulit tangannya berubah putih. Keringat dingin mengalir dari keningnya, mengenai jubah emas yang ia pakai. Jubah itu sekarang hancur akibat sihir. Kekuasaan yang dulu ia tunjukkan kini hancur lenyap di hadapan kekuasaan dingin Ratu.


Reyra berjalan mendekat dengan sangat perlahan. Gaunnya yang anggun menyapu lantai keramik tanpa mengeluarkan suara apa pun. Wajahnya yang seperti keramik menyeringai dengan senyum tipis yang penuh kepuasan. Ia menatap Lucus, seorang tokoh besar Lyria, yang kini terpojok tanpa daya.


Padahal, Reyra belum memperlihatkan sihir andalannya, yaitu Sihir Pembalik tingkat tinggi.


Sihir rahasia ini selama seribu tahun menjadi alasan satu-satunya mengapa sihir hitam dan kutukan pembantaian Elf tidak menghancurkan seluruh kerajaan. Reyra menahan segala energi jahat itu di dalam tubuhnya sendiri, membalikkan dampaknya agar rakyat Lyria-yang terus mengutuknya-tetap bisa hidup.


"Kubur mimpimu dalam-dalam, Lucus," kata Reyra dengan suara rendah yang terdengar seperti vonis dari takdir. "Jangan paksa aku mengeluarkan jurus terakhir."


Lucus terdiam. Aura gelap yang mengelilingi Reyra sangat padat hingga membuat dadanya sesak, seolah ada tangan tak terlihat yang mencengkeram jantungnya. Ia menyadari perbedaan kekuatan yang jauh antara mereka. Di depan Ratu Berdarah Dingin ini, segala rencana dan tipu daya Dewan Tetua hanyalah mainan kecil.


Reyra memalingkan wajahnya, menatap pintu besar balairung dengan mata kelabu yang dingin dan tanpa perasaan.


"Pergi dari hadapanku sekarang," ujarnya singkat.

Lihat selengkapnya