ASIH VAN DER BERG

Oleh: DK Sumirta

Blurb

"IK WIL NAAR HUIS. . . ." Berulangkali kata itu diucapkan Catharina dengan wajah penuh rindu. Perempuan Belanda itu memang ingin sekali pulang ke Indonesia yang dia tinggalkan sejak usia 5 tahun saat perang dunia kedua pecah. Dia ingin memeluk snag ibunda meski hanya berupa batu nisan. Catharina tidak tahu kalau dibalik nisan yang berukir nama sang ibundanya itu, ternyata menyimpan berbagai kisah mengerikan yang dialami perempuan bernama Asih itu.

Berawal dari mimpi buruk yang dialami Asih waktu usianya menginjak 13 tahun dan baru saja mengalami haid pertamanya. Rudapaksa yang dilakukan Johanes Van Der Berg pada dirinya, membuat Asih trauma dengan dunia perempuan dewasa yang belum saatnya dia alami. Keterpurukan Asih semakin menggila ketika sang ayah malah menjualnya ke laki-laki tua dari Societeit Concordia atas nama bakti pada orang tua.

Johanes yang menyesali perbuatannya tak sengaja menyelamatkan Asih dari kejahatan sang ayah. Namun sikap heroik Johanes malah memunculkan cinta pada diri Asih terhadap laki-laki tampan bermata biru itu. Sayangnya Johanes harus menikah dengan kekasihnya yang menyusulnya dari Amsterdam.

Cornelia tidak terima saat tahu kalau rudapaksa yang dilakukan Johanes terhadap Asih menghasilkan bayi menggemaskan bernama Catharina. Dia hendak mengajukan pembatalan pernikahan. Namun kebimbangan menyergap perempuan cantik jelita itu setelah dokter memvonis rahimnya yang mengalami Onvruchtbaarheid (infertilitas).

Asih berusaha melenyapkan cintanya setelah menyadari kalau Johanes tak akan pernah mencintainya. Baginya, cinta hanya milik tuan dan nona Eropa. Bukan milik perempuan pribumi seperti dirinya. Tapi keyakinan Asih mulai goyah waktu Johanes mulai mendekatinya kembali.

Perempuan berwajah melankolis itu tidak menyadari kalau kemunculan Johanes bukan untuk menawarkan cinta untuknya. Tapi untuk mengambil alih Catharina yang tak bisa dia dapatkan dari Cornelia demi melanjutkan keturunannya.

Lihat selengkapnya