ASIMTOT

cahyo laras
Chapter #26

Sang Bidadari dan Keindahan Komorebi

YOGA

Kring! Kring! Kring!

Alarm di HP ku berdering tepat pukul 04:30 pagi. Aku langsung terbangun. Udara di luar selimut futon terasa seperti berada di dalam freezer raksasa pendingin daging. Suhu di Kyoto menjelang subuh ini anjlok hingga 5 derajat Celcius.

Aku bergegas mencuci muka dengan air keran yang dinginnya menusuk tulang wajah. Setelah berganti celana kargo panjang dan kembali memakai hoodie dilapisi jaket parka thrift-ku, aku mengetuk pelan pintu geser Fusuma bilik sebelah.

"Mbak Feby... Sherly... bangun. Waktunya jalan."

Terdengar suara erangan malas dari dalam. Pintu geser terbuka sedikit. Wajah Feby muncul, matanya masih setengah terpejam menahan kantuk luar biasa, rambutnya berantakan.

"Huaaa... Mas Yoga, sumpah ini dingin banget," rengek Feby dengan suara sengau yang... astaga, kenapa terdengar sangat imut di telingaku? "Aku ga sanggup kalau harus dandan heboh jam segini."

"Ga usah dandan tebal, Mbak. Make up natural tipis aja. Cahaya pagi yang bakal jadi makeup utamanya," kataku cepat, berusaha tidak menatap wajah bangun tidurnya terlalu lama sebelum kewarasanku runtuh. "Pakai Yukata premium dari Ryokan yang tadi malam aja, tapi rangkap pakai baju thermal (heattech) di dalamnya. Terus pakai Hanten (mantel tebal) buat luaran. Vibes-nya bakal dapet banget buat nuansa vintage Jepang."

Dua puluh menit kemudian, formasi kami siap. Feby tampak luar biasa menawan. Dibalut Yukata biru navy motif bangau dan mantel Hanten tebal yang membuatnya terlihat sedikit membulat untuk menahan dingin, ia terlihat seperti gadis lokal Kyoto yang siap pergi ke kuil.

Kami melangkah keluar dari Ryokan. Langit masih gelap gulita, berwarna biru dongker pekat. Embun beku (frost) terlihat menempel tipis di ujung dedaunan. Setiap kali kami bernapas, asap uap putih tebal keluar dari mulut dan hidung kami.

"Brrrr... dinginnya tembus ke tulang, Mas," gemetar Sherly sambil memeluk kedua lengannya sendiri.

Lihat selengkapnya