ASIMTOT

cahyo laras
Chapter #33

Sang Iblis Patah Hati

Di saat Yoga, seorang jenius jalanan, memilih untuk mundur, bersembunyi dalam bayangan, dan mengunci hatinya yang hancur dalam diam, dunia ini rupanya memiliki keseimbangan sisi gelapnya tersendiri.

Di sudut lain ibukota, di dalam sebuah apartemen studio yang jendela kacanya ditutup rapat oleh tirai hitam pekat, seorang jenius lain sedang menatap layar monitor dengan tatapan yang jauh lebih hancur, namun mematikan.

Namanya Reno.

Ruangan itu hanya diterangi oleh cahaya biru pendaran dari empat buah layar monitor komputer raksasa yang saling terhubung. Udara di dalam ruangan terasa pengap, dipenuhi bau menyengat dari asbak yang penuh dengan puntung rokok kretek, bercampur aroma kaleng minuman berenergi yang berserakan di atas meja dan lantai berkarpet. Suara dengungan kipas server (cooling fan) menderu konstan, mengisi kesunyian layaknya detak jantung buatan.

Di layar monitor paling tengah, sebuah video TikTok berputar tanpa henti secara looping. Itu adalah video lamaran Erik dan Feby di bandara yang baru saja diunggah ke akun publik beberapa jam lalu.

Reno duduk mematung di kursi gaming-nya. Mata sipitnya di balik kacamata berlensa tebal menatap lekat-lekat pada senyum Feby di layar itu. Pria kurus dengan kantung mata hitam yang sangat dalam itu bernapas dengan berat.

Kraaak!

Lihat selengkapnya