ASIMTOT

cahyo laras
Chapter #38

Sang Kuli Palugada Masih Didalam Persembunyiannya

YOGA

Malam hari yang dingin, suara kendaraan sudah mulai lambat-laun mereda, disebuah kursi taman yang panjang ini, aku duduk sendirian.

Tanganku merogoh saku kemeja flanelku, mengeluarkan sebuah benda silinder panjang. Aku menjepit benda itu di antara telunjuk dan jari tengah, lalu perlahan menyelipkannya ke sela-sela bibirku. Aku menarik napas panjang, memejamkan mata, membiarkan rasa manis yang pekat itu memenuhi rongga mulutku, mencoba mencari sedikit ketenangan dari kepenatan hidup yang mencekik.

Bagi pria jalanan sepertiku yang sudah berhenti total menyentuh tembakau sejak awal tahun lalu, benda panjang berwarna cokelat pekat ini adalah satu-satunya pelampiasan stres yang tersisa.

Kres. Aku menggigit ujung Chocolatos wafer roll rasa cokelat itu. Remahannya berjatuhan ke atas celana jeansku. Aku mengunyahnya pelan, membiarkan lelehan krim cokelat murahan itu bercampur dengan getirnya air liurku.

Di telingaku, terpasang earphone kabel putih yang warnanya sudah menguning seperti gigi perokok berat. Aku sedang memutar playlist lagu-lagu galau di HP bututku untuk mendramatisir penderitaan batin ini. Alunan melodi dari band Ungu mengalun pelan, membawa lirik yang seolah diciptakan khusus untuk merobek dadaku.

"Mungkin ini memang jalan takdirku... Mengagumi tanpa dicintai..."

Lihat selengkapnya