ASIMTOT

cahyo laras
Chapter #46

Kemarahan Asisten Sang Bidadari

Di tengah riuhnya pesta kejutan ulang tahun yang terasa seperti panggung sandiwara itu, di pojok ruangan berdirilah seorang gadis mungil yang tangannya mengepal keras di sisi tubuhnya.

Napas Sherly memburu. Hatinya geram bukan main melihat sang CEO itu dipuja-puja seperti pahlawan penakluk naga. Sherly paham kalau mayoritas tamu di sini salah paham karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, yang membuat ulu hati Sherly terasa diiris sembilu adalah melihat raut wajah Feby.

Bos sekaligus sahabatnya itu memandang Erik dengan pemujaan absolut. Bahkan, sejak hari di mana Feby terbebas dari semua belenggu teror Reno, gadis itu sama sekali tidak pernah membahas nama Yoga. Pria yang telah menyelamatkannya itu dianggap lenyap begitu saja, tertutup oleh gemerlap panggung yang kini dinikmati Erik.

Cukup, batin Sherly, menggigit bibir bawahnya. Sherly bertekad. Ia sudah tidak tahan lagi. Feby harus tahu.

Pesta malam itu pun berakhir, dan Erik pulang menembus malam dengan raut wajah yang masih memendam kekosongan absolut.

Keesokan harinya, sinar matahari pagi menerobos masuk ke ruang kerja di rumah Feby. Ibu Feby sudah terbang kembali ke Bali sejak subuh. Tim Feby seperti biasa berkumpul untuk membuat jadwal konten.

Setelah Feby menyelesaikan perekaman kontennya di depan ring-light, Sherly menghampiri gadis itu dengan langkah mantap.

Lihat selengkapnya