ASTRAEL

Dio Septian
Chapter #24

SISI LAIN

Sudah satu minggu sejak Astral Union mengambil alih Lycora dari Varkhen. Langit Saint Peter tidak lagi dipenuhi kilatan tembakan orbital, tetapi asap masih menggantung rendah seperti kabut yang enggan pergi. Bangunan-bangunan yang setengah runtuh berdiri seperti kerangka raksasa, membentuk siluet tajam di bawah matahari pucat.

Holden berdiri di atas sisa balkon gedung administrasi lama, memandang kota yang belum benar-benar pulih. Dari kejauhan, unit rekonstruksi Astrael mulai bekerja, drone pengangkat puing, tim medis, pasukan penjaga yang berpatroli dalam formasi disiplin.

Secara resmi, Lycora telah “distabilkan.” Namun stabil bukan berarti damai, sepatu tempurnya berderit pelan saat ia melangkah turun ke jalan utama. Sentra Wardens masih ditempatkan di berbagai sektor penting. Mereka bukan lagi penyerang.

Sekarang mereka penjaga, dan perbedaan itu terasa aneh. Beberapa warga Lycora berjalan di trotoar dengan tatapan kosong, sebagian memandang pasukan Astral Union dengan campuran ketakutan dan harapan yang tidak pasti. Anak-anak bersembunyi di balik pakaian orang tua mereka. Tidak ada sorakan penyambutan.

Tidak ada perlawanan terbuka, hanya keheningan yang terlalu hati-hati. “Distribusi logistik sektor timur selesai,” lapor salah satu rekan Holden melalui kanal komunikasi internal. “Masih ada kekurangan energi di distrik industri.”

“Prioritaskan rumah sakit lapangan,” jawab Holden singkat. Ia berjalan melewati bangunan yang seminggu lalu menjadi medan tembak. Bekas ledakan masih terlihat di dinding. Bekas darah telah dibersihkan, tetapi bayangannya seakan tetap tinggal.

Di sudut jalan, ia melihat sekelompok mantan budak yang kini ditempatkan di pusat evakuasi sementara. Beberapa dari mereka masih mengenakan gelang identifikasi Varkhen yang belum dilepas. Wajah mereka kurus, mata mereka sulit membaca makna kebebasan yang tiba-tiba diberikan.

Kebebasan datang bersama tentara bersenjata. Holden berhenti sejenak, memperhatikan seorang pria tua yang duduk diam memandangi langit. Tidak ada ekspresi syukur. Tidak ada kemarahan yang jelas. Hanya kelelahan panjang.

Satu minggu.

Dan perang sudah terasa jauh sekaligus sangat dekat.

“lu ini keliatan seperti orang yang sedang menghitung sesuatu,” suara rekannya terdengar di sampingnya.

Holden tidak langsung menjawab. “gua cuma memastikan ini semua sepadan.” Rekannya menghembuskan napas pendek. “Kemenangan itu jarang terasa seperti yang dibayangkan.”

Di kejauhan, lambang Astral Union berkibar di atas pusat administrasi baru. Biru yang bersih, kontras dengan reruntuhan abu-abu di sekelilingnya.

Secara resmi, mereka menang di Lycora.

Namun Holden tahu Varkhen tidak akan diam, terlalu banyak yang dipertaruhkan. Nexus Prime masih berdiri, armada mereka masih ada. Dan dalam beberapa hari terakhir, laporan aneh mulai muncul, gangguan komunikasi di sistem perbatasan, serangan kecil di koloni terpencil.

Perang belum berhenti.

Ia hanya bergeser bentuk.

Holden mengangkat pandangannya ke langit. Armada Astrael masih terlihat sebagai titik-titik kecil di orbit, menjaga planet yang baru saja direbut.

Satu minggu, dan sudah terasa seperti jeda sebelum sesuatu yang lebih besar datang. Di dalam dirinya, ia tahu satu hal dengan pasti. Lycora bukanlah akhir, hanyalah awal dari bab yang lebih gelap.

Sore itu, setelah inspeksi sektor barat selesai, Holden memilih berjalan tanpa pengawalan di jalur yang lebih sepi. Reruntuhan di distrik permukiman belum sepenuhnya dibersihkan. Pecahan kaca dan logam tipis berkilau redup di antara debu.

Di dekat sisa bangunan apartemen yang runtuh sebagian, ia mendengar suara pelan.

Bukan alarm.

Bukan transmisi.

Suara kecil, seperti dengkuran yang tertahan. Holden berhenti dan berlutut, menyibakkan potongan panel ringan yang jatuh di antara puing. Di baliknya, sepasang mata kecil menatapnya waspada.

Seekor hewan kecil keluar perlahan, tubuhnya ramping, bulunya pendek berwarna abu-abu kebiruan dengan garis tipis di punggung. Telinganya sedikit lebih panjang dari kucing biasa, ujungnya meruncing. Ekornya tipis dan bergerak hati-hati, seolah menimbang apakah manusia di depannya ancaman atau bukan.

Hewan itu tampak kurus, tapi tidak terluka, ia mendekat satu langkah, lalu berhenti. Holden melepas sarung tangan perlahan dan mengulurkan tangan tanpa gerakan mendadak. “Tenang,” gumamnya pelan, meski ia tahu hewan itu tidak mengerti bahasanya. Mungkin yang ia maksud bukan hanya untuk makhluk kecil itu, setelah beberapa detik yang terasa lebih lama dari seharusnya, hewan itu mendekat dan menyentuh jarinya dengan hidung kecilnya. Bulu lembutnya terasa hangat di tengah udara yang masih dingin oleh sisa asap.

“tenang ya,” katanya pelan.

Ia memeriksa sekitar, tidak ada tanda pemilik, tidak ada sisa kehidupan lain di apartemen itu. Hanya debu dan keheningan.

Hewan itu mengeong pelan, suara yang nyaris tenggelam di antara deru mesin pembersih di kejauhan.

Tanpa banyak berpikir, Holden mengangkatnya dengan hati-hati. Makhluk kecil itu tidak melawan. Ia hanya meringkuk di lengannya, tubuhnya ringan namun nyata, sesuatu yang hidup di tengah kota yang baru saja melewati kehancuran.

Saat ia kembali menuju barak sementara Sentra Wardens, beberapa rekannya mengangkat alis melihat apa yang ia bawa.

“jadi kita mulai membuka kebun binatang sekarang nih?” salah satu dari mereka berkomentar ringan.

Holden menggeleng tipis. “dia selamat dari pengeboman, makanya saya bawa.”

Di dalam barak sementara, ia meletakkan hewan itu di atas ranjang lipatnya dan memberinya wadah kecil berisi air. Makhluk itu langsung minum dengan rakus, lalu meringkuk di sudut selimut seperti sudah lama menunggu tempat yang aman.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, Holden merasakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan strategi, patroli, atau laporan korban.

Sesuatu yang sederhana.

Sesuatu yang hidup bukan untuk perang.

Ia duduk di tepi ranjang, memperhatikan hewan kecil itu tertidur dengan napas teratur. Di luar, sirene logistik masih terdengar sesekali. Armada masih berjaga di orbit. Ancaman Varkhen masih nyata.

Namun di dalam ruangan kecil itu, ada jeda singkat dari semua itu. Satu minggu setelah penaklukan Lycora, di tengah reruntuhan dan rekonstruksi, Holden menemukan sesuatu yang tidak tercatat dalam laporan kemenangan.

Lihat selengkapnya