Kegelapan di dalam terowongan pembuangan bawah tanah Distrik Kaelo bukan
sekadar ketiadaan cahaya; itu adalah kegelapan yang terasa hidup, lembap, dan
menekan. Suara tetesan air yang jatuh dari langit-langit beton yang retak terdengar
seperti dentuman palu di telinga Holden. Di belakangnya, tujuh prajurit Sentra
Wardens bergerak seperti barisan hantu, napas mereka memburu, mencoba
menekan suara gesekan zirah mereka dengan dinding yang berlumut.
Holden berhenti mendadak. Ia mengangkat satu tangan ke udara, memberi
isyarat "berhenti" yang mutlak.
"Ada apa?" bisik Sersan Kael, tangannya mencengkeram erat laras senapan
kinetiknya.
Holden tidak menjawab. Pupil matanya yang berpendar ungu berdenyut liar.
Melalui resonansi Titan Serum, ia tidak lagi melihat beton dan kegelapan. Ia melihat
dunia dalam getaran energi. Lima puluh meter di depan, di balik belokan pipa
raksasa, ada lima titik panas yang bergerak dengan presisi mekanis.
Itu bukan manusia. Itu adalah Varkhen Seeker-Drones, unit pelacak berbentuk
laba-laba logam yang dilengkapi dengan sensor detak jantung dan pemotong laser.
Dan di belakang mereka, langkah kaki berat yang berirama menandakan kehadiran
unit infanteri Black Vanguard.
"Tiarap," desis Holden.
Baru saja regu itu menjatuhkan diri ke dalam genangan air payau yang dangkal,
sebuah sinar laser merah tipis menyapu dinding di atas kepala mereka. Hening.
Hanya suara degup jantung Jace yang terdengar begitu keras hingga Holden
khawatir sensor musuh akan menangkapnya.
Bzzzt,
Salah satu drone pelacak melompat ke atas pipa, sensor matanya yang merah
berputar 360 derajat. Begitu cahaya merah itu mengenai ujung sepatu bot salah
satu prajurit Union, suasana sunyi itu pecah menjadi neraka."KONTAK!" raung Kael.
RATATATATATA!
Senapan kinetik Union menyalak, memuntahkan peluru biru yang memantul di
dinding terowongan yang sempit. Namun, drone-drone itu bergerak terlalu cepat.
Satu drone menerjang maju, kaki logamnya yang tajam menusuk bahu prajurit
paling belakang hingga menembus zirah dan daging. Jeritan memilukan
menggema, terputus saat drone itu mengeluarkan bilah gergaji frekuensi yang
langsung membelah leher sang prajurit.
"Mundur! Mundur ke zona penyempitan!" teriak Holden.
Ia tidak ikut mundur. Sebaliknya, Holden menerjang ke depan menembus hujan
peluru. Titan Serum meledak di dalam sarafnya, memberikan persepsi waktu yang
melambat. Ia melihat laser plasma ungu musuh merobek udara di samping
telinganya.
Dengan raungan yang lebih mirip geraman binatang, Holden menghantamkan
pedang frekuensinya ke drone pertama, membelahnya menjadi dua bagian yang
memercikkan sirkuit listrik. Tanpa berhenti, ia menarik senapannya dengan tangan
kiri dan menembak titik lemah pada zirah prajurit Black Vanguard yang baru saja
muncul dari kegelapan.
Duar!
Kepala prajurit Varkhen itu meledak dalam semburan cairan hitam dan serpihan
helm obsidian. Namun, prajurit Vanguard lainnya tidak gentar. Mereka merangsek
maju, menggunakan tubuh rekan mereka yang jatuh sebagai tameng hidup.
Pertempuran berubah menjadi pergulatan jarak dekat yang brutal di dalam
lorong yang hanya selebar tiga meter. Tidak ada ruang untuk taktik; yang ada
hanyalah insting untuk membunuh atau dibunuh.
Seorang prajurit Vanguard menghantamkan kapak energinya ke arah Holden.
Holden menangkisnya dengan bilah pedang, menciptakan percikan api yang
menerangi wajahnya yang kini mengerikan, pembuluh darah ungu menonjol di
leher dan pipinya. Holden melepaskan satu tendangan bertenaga serum yangmematahkan rusuk baja musuhnya, lalu memutar pedangnya dan menusukkannya
tepat ke jantung zirah lawan.
"Arka! Di atasmu!" Jace berteriak dari belakang sambil terus menembak.
Sebuah drone pelacak menjatuhkan diri dari langit-langit, mengincar kepala
Holden dengan cakar lasernya. Dengan refleks yang mustahil, Holden menangkap
kaki logam drone itu dengan tangan kosong. Kulit telapak tangannya terbakar oleh
panas mesin drone, namun ia tidak merasakan sakit. Ia justru mengerang, otot
lengannya membesar hingga zirahnya retak, dan dengan satu sentakan brutal, ia
merobek drone itu menjadi dua dengan tangan telanjang.
Cairan hidrolik panas menyembur ke wajah Holden, bercampur dengan