ASTRAEL

Dio Septian
Chapter #48

FAJAR DI ATAS RERUNTUHAN

Kehancuran kapal induk The Gorgon’s Wrath di atmosfer menjadi lonceng

kematian bagi moral pasukan Varkhen yang tersisa di daratan Astrael. Dengan

hilangnya sang tiran, Vorn Killian, dalam kobaran api reaktor yang melumatkan

anjungan utamanya, konstelasi pertempuran berubah menjadi operasi

pembersihan besar-besaran oleh kekuatan penuh Astral Union. Langit Astrael yang

tadinya tertutup jelaga kini robek oleh raungan ribuan mesin pendorong dari

skuadron tempur yang meluncur turun layaknya meteor pembalasan. Di bawah

komando Jenderal Evan Calder yang tetap mengawasi dari orbit, perintah yang

dikeluarkan sangat jelas dan tanpa ampun bagi penjajah yang telah membakar

rumah mereka.

Skuadron-skuadron elit yang sebelumnya tertahan di Lycora kini melakukan

pengepungan yang mematikan, memburu setiap unit pesawat tempur Varkhen

yang mencoba melarikan diri kembali ke ruang hampa. Tanpa koordinasi dari

pusat komando yang telah musnah, pilot-pilot Varkhen kehilangan arah dan

menjadi sasaran empuk bagi manuver Spearhead yang dilancarkan armada Evan.

Ruang angkasa di atas Astrael dipenuhi oleh kembang api kematian saat satu demi

satu sisa armada musuh meledak menjadi serpihan logam di tengah hantaman

meriam Nova.

Di darat, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat bagi pasukan infanteri

Varkhen yang sebelumnya dengan agresif mengepung Bunker Sektor 7. Saat pintu

baja bunker mulai terbuka perlahan, pasukan bantuan Astral Union mendarat tepat

di tengah-tengah barisan musuh yang sedang kocar-kacir akibat hilangnya

sinkronisasi satelit mereka. Kapal-kapal pendarat menurunkan unit tempur berat

yang langsung memuntahkan meriam plasma, menghancurkan sisa-sisa

pertahanan Varkhen yang terdesak oleh hantaman puing-puing kapal induk

mereka sendiri yang jatuh dari langit.Skuadron udara melakukan serangan rendah secara membabi buta, menyapu

bersih artileri musuh yang sebelumnya menyiksa Holden dan rekan-rekannya

dengan Steel Rain. Para prajurit Varkhen yang mencoba berlindung di balik

reruntuhan Menara Pusat diburu tanpa henti oleh unit infanteri elit yang datang

dengan dendam membara. Tidak ada tawanan yang diambil dalam pertempuran

ini karena luka yang ditinggalkan oleh pembersihan total Vorn Killian dirasa terlalu

dalam untuk diselesaikan dengan negosiasi.

Holden Arka berdiri di tengah debu panas, menyaksikan bagaimana pasukan

yang dulunya meninggalkan mereka kini bergerak seperti badai yang tak

terbendung. Ia tidak lagi harus bertarung sendirian melawan mesin tempur

raksasa seperti Harbinger karena setiap kali musuh mencoba melawan, rentetan

laser biru dari langit segera membungkam mereka secara permanen. Jace

menurunkan senapannya yang sudah sangat panas sambil menatap sisa-sisa

pasukan Varkhen yang dibantai di lapangan terbuka tanpa sempat melakukan

perlawanan berarti. Skuadron Astral Union memastikan bahwa setiap jengkal

tanah Sektor 7 bersih dari jejak kaki penjajah, menandai akhir dari The Great War

dengan keunggulan mutlak bagi mereka yang bertahan di atas puing-puing

peradaban

Raungan mesin pendorong skuadron Astral Union yang mendarat di Sektor 7

menciptakan badai debu yang menyapu sisa-sisa kehormatan pasukan Varkhen. Di

tengah reruntuhan yang masih membara, pembantaian itu tidak lagi menyerupai

Lihat selengkapnya