Kehancuran kapal induk The Gorgon’s Wrath di atmosfer menjadi lonceng
kematian bagi moral pasukan Varkhen yang tersisa di daratan Astrael. Dengan
hilangnya sang tiran, Vorn Killian, dalam kobaran api reaktor yang melumatkan
anjungan utamanya, konstelasi pertempuran berubah menjadi operasi
pembersihan besar-besaran oleh kekuatan penuh Astral Union. Langit Astrael yang
tadinya tertutup jelaga kini robek oleh raungan ribuan mesin pendorong dari
skuadron tempur yang meluncur turun layaknya meteor pembalasan. Di bawah
komando Jenderal Evan Calder yang tetap mengawasi dari orbit, perintah yang
dikeluarkan sangat jelas dan tanpa ampun bagi penjajah yang telah membakar
rumah mereka.
Skuadron-skuadron elit yang sebelumnya tertahan di Lycora kini melakukan
pengepungan yang mematikan, memburu setiap unit pesawat tempur Varkhen
yang mencoba melarikan diri kembali ke ruang hampa. Tanpa koordinasi dari
pusat komando yang telah musnah, pilot-pilot Varkhen kehilangan arah dan
menjadi sasaran empuk bagi manuver Spearhead yang dilancarkan armada Evan.
Ruang angkasa di atas Astrael dipenuhi oleh kembang api kematian saat satu demi
satu sisa armada musuh meledak menjadi serpihan logam di tengah hantaman
meriam Nova.
Di darat, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat bagi pasukan infanteri
Varkhen yang sebelumnya dengan agresif mengepung Bunker Sektor 7. Saat pintu
baja bunker mulai terbuka perlahan, pasukan bantuan Astral Union mendarat tepat
di tengah-tengah barisan musuh yang sedang kocar-kacir akibat hilangnya
sinkronisasi satelit mereka. Kapal-kapal pendarat menurunkan unit tempur berat
yang langsung memuntahkan meriam plasma, menghancurkan sisa-sisa
pertahanan Varkhen yang terdesak oleh hantaman puing-puing kapal induk
mereka sendiri yang jatuh dari langit.Skuadron udara melakukan serangan rendah secara membabi buta, menyapu
bersih artileri musuh yang sebelumnya menyiksa Holden dan rekan-rekannya
dengan Steel Rain. Para prajurit Varkhen yang mencoba berlindung di balik
reruntuhan Menara Pusat diburu tanpa henti oleh unit infanteri elit yang datang
dengan dendam membara. Tidak ada tawanan yang diambil dalam pertempuran
ini karena luka yang ditinggalkan oleh pembersihan total Vorn Killian dirasa terlalu
dalam untuk diselesaikan dengan negosiasi.
Holden Arka berdiri di tengah debu panas, menyaksikan bagaimana pasukan
yang dulunya meninggalkan mereka kini bergerak seperti badai yang tak
terbendung. Ia tidak lagi harus bertarung sendirian melawan mesin tempur
raksasa seperti Harbinger karena setiap kali musuh mencoba melawan, rentetan
laser biru dari langit segera membungkam mereka secara permanen. Jace
menurunkan senapannya yang sudah sangat panas sambil menatap sisa-sisa
pasukan Varkhen yang dibantai di lapangan terbuka tanpa sempat melakukan
perlawanan berarti. Skuadron Astral Union memastikan bahwa setiap jengkal
tanah Sektor 7 bersih dari jejak kaki penjajah, menandai akhir dari The Great War
dengan keunggulan mutlak bagi mereka yang bertahan di atas puing-puing
peradaban
Raungan mesin pendorong skuadron Astral Union yang mendarat di Sektor 7
menciptakan badai debu yang menyapu sisa-sisa kehormatan pasukan Varkhen. Di
tengah reruntuhan yang masih membara, pembantaian itu tidak lagi menyerupai