ASTRAEL

Dio Septian
Chapter #53

APENDIKS: SEJARAH MANUSIA

I. ERA ORBIT RENDAH (THE ORBITAL EXPANSION): RAHIM

PERADABAN BARU

Era Orbit Rendah atau The Orbital Expansion adalah fondasi utama dari seluruh

sejarah manusia dalam semesta After Earth (A.E). Ini adalah masa transisi krusial di

mana manusia tidak lagi memandang ruang angkasa sebagai destinasi wisata atau

laboratorium ilmiah singkat, melainkan sebagai satu-satunya sekoci penyelamat

bagi spesies yang hampir punah.

1. Komodifikasi Ruang Hampa dan Krisis Terestrial

Pada akhir abad ke-21, Bumi mencapai titik jenuh. Perubahan iklim

yang tidak terkendali dan penipisan lapisan ozon membuat biaya hidup di

permukaan melonjak drastis. Pemerintah global, yang saat itu tergabung

dalam Koalisi Persatuan Bumi, menyadari bahwa satu-satunya cara untuk

menyelamatkan ekonomi adalah dengan memindahkan seluruh sektor

manufaktur berat dan pemrosesan kimia ke orbit.

Zona Industri Orbital: Ribuan pabrik otomatis dibangun di Low Earth

Orbit (LEO). Hal ini dilakukan untuk menghentikan emisi karbon di atmosfer

Bumi. Ruang hampa yang dingin menjadi pendingin alami bagi reaktor-

reaktor nuklir raksasa yang menyuplai energi bagi Bumi melalui transmisi

gelombang mikro.

2. Kelahiran Megastruktur: Cincin-Cincin Hunian (The Torus

Cities)

Karena kebutuhan akan tenaga kerja ahli yang harus bersiap sedia 24

jam, manusia mulai membangun stasiun ruang angkasa berbentuk torus

(cincin raksasa) yang berputar untuk menciptakan gravitasi buatan.

Kota Langit: Stasiun-stasiun seperti Aegis-01 dan Unity Station menjadi

rumah bagi jutaan "Buruh Orbit". Mereka adalah generasi pertama manusia

yang lahir, tumbuh, dan bekerja tanpa pernah merasakan tarikan gravitasi

alami Bumi atau menghirup udara yang tidak difilter oleh mesin daur ulang.

Kesenjangan Atmosfer: Muncul stratifikasi sosial baru. Orang-orang

kaya tetap tinggal di "Zona Hijau" di Bumi yang dirawat dengan teknologi

mahal, sementara kelas pekerja dipindahkan ke orbit untuk menjaga mesin-

mesin peradaban tetap menyala.

3. Revolusi Logistik: Lift Luar Angkasa (The Beanstalk)

Titik puncak era ini adalah keberhasilan pembangunan Lift Luar

Angkasa pertama yang menghubungkan khatulistiwa dengan stasiun jangkar

di orbit geostasioner.

Akses Tanpa Roket: Teknologi karbon nanotube memungkinkan

manusia mengirimkan material jutaan ton setiap harinya dengan biaya

energi yang sangat rendah.

Galangan Kapal Tanpa Bobot: Dengan adanya suplai material yang tak

terbatas dari Bumi ke orbit, manusia akhirnya bisa membangun kapal-kapal

koloni raksasa, yang ukurannya sebesar kota, langsung di ruang hampa.

Kapal-kapal inilah yang nantinya menjadi cikal bakal armada menuju Mars

dan kemudian menembus batas galaksi menuju Astrael.

4. Benih Militerisme dan "Proyek Aegis" Pertama

Meskipun disebut sebagai era kerja sama, Orbit Rendah adalah

tempat di mana benih konflik Astral Union dan Varkhen sebenarnya

bermula.

Paranoia Keamanan: Karena orbit menjadi sangat padat dengan

aset berharga, setiap korporasi dan negara mulai mempersenjatai stasiun

mereka dengan laser pertahanan titik (point-defense lasers). Ruang

angkasa menjadi wilayah yang paling ter-militerisasi dalam sejarah

manusia.

Purwarupa Aegis: Di laboratorium-laboratorium sunyi di orbit,

para ilmuwan mulai meneliti cara memanipulasi materi pada tingkatmolekuler untuk menciptakan perisai radiasi yang lebih kuat. Riset inilah

yang kelak dicuri dan dikembangkan menjadi Aegis Core, teknologi yang

bisa menghidupkan planet, namun juga bisa digunakan untuk

menghancurkan seluruh kota.


5. Akhir Era: Tragedi Sampah Angkasa (Kessler Syndrome)

Era Orbit Rendah berakhir secara tragis ketika sebuah konflik kecil

antara dua korporasi tambang menyebabkan ledakan satelit yang berantai.

Jutaan serpihan sampah angkasa bergerak dengan kecepatan peluru,

menghancurkan stasiun-stasiun hunian dan memotong kabel Lift Luar

Angkasa. Manusia di Bumi terjebak di bawah, dan manusia di orbit terisolasi

di atas. Bencana ini memaksa mereka untuk berhenti bertikai sejenak dan

meluncurkan misi nekat ke arah Mars, mencari rumah baru sebelum sisa-

sisa peradaban di orbit jatuh kembali ke Bumi sebagai bola api.


II. KOLONISASI MARS: HARAPAN DI PLANET MERAH

Keberhasilan manusia dalam menaklukkan orbit rendah menjadi batu loncatan

bagi proyek paling ambisius dalam sejarah peradaban: The Crimson Settlement.

Mars tidak lagi dipandang sebagai titik merah yang jauh, melainkan sebagai masa

depan baru bagi spesies yang sedang mencari rumah kedua.

1. Pendirian "The Crimson Settlement" di Valles Marineris

Setelah teknologi transportasi dari orbit rendah stabil, armada koloni

pertama mendarat di Mars. Lokasi yang dipilih adalah Valles Marineris,

sistem ngarai terbesar di Mars, karena kedalaman lembahnya memberikan

perlindungan alami dari radiasi kosmik dan badai debu yang ganas.

Kubah-Kubah Kehidupan: Manusia membangun serangkaian kubah

geodesik raksasa yang saling terhubung. Di dalam struktur ini, ekosistem

buatan diciptakan, hutan kecil, ladang hidroponik, dan kota-kota vertikal

yang dibangun langsung ke dinding tebing ngarai.

Teknologi Penopang Hidup: Untuk pertama kalinya, manusia

bergantung sepenuhnya pada generator oksigen skala besar dan sistem daur

Lihat selengkapnya