AVENDOR

Audhy R.H
Chapter #2

AWAL BERMULA


5 Januari 2023

07.20

Suara kota belum sepenuhnya terjaga, tetapi jalan raya sudah bergetar oleh deru mesin dan klakson yang saling bersahutan. Lampu lalu lintas menyala merah terlalu lama, membuat antrean kendaraan mengular seperti ular besi yang tak sabar.

Di dalam mobilnya, Randy mengetuk setir dengan gelisah.

“Astaga… ini bisa-bisa aku terlambat,” gumamnya.

Jam di dashboard menunjukkan pukul 07.20. Keringat tipis muncul di pelipisnya. Ia membayangkan wajah datar Wilson jika mengetahui ia datang melewati batas waktu.

Lampu belum juga berubah hijau.

“Ya sudah.”

Dengan keputusan nekat, Randy meminggirkan mobilnya. Ia keluar, mengunci pintu, lalu mulai berlari menyusuri trotoar.

8: 30 - Kantor CVTV

Ruang redaksi CVTV dipenuhi suara ketikan dan dering telepon. Monitor-monitor menyala, menampilkan berita, grafik, dan naskah yang belum selesai. Beberapa pegawai berlalu-lalang membawa berkas.

Salah satu telepon berdering.

Seorang perempuan mengangkatnya.

“Halo, ini Aleandra. Ada yang bisa saya bantu?”

“Alea!”

Aleandra mengernyit. Ia mengenali suara itu.

“Randy?”

“Aku… masih di jalan,” jawab Randy terengah-engah.

Aleandra melirik jam meja. 08.30.

“Kamu belum sampai?” tanyanya, menekan dahinya.

“Aku lari. Mobilku kutinggal. Macet total.”

“Apa? Kamu serius?”

“Aku nggak punya pilihan.”

Aleandra menarik napas panjang. “Cepatlah. Bos tadi keliling ruangan. Kalau dia tanya kamu lagi, aku nggak bisa terus menutupi.”

“Ok. Aku segera sampai.”

Sambungan terputus.

08.45

Di trotoar, napas Randy memburu. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah sepeda yang terparkir di depan toko kecil.

Ia menoleh kanan-kiri.

“Maaf ya, cuma pinjam sebentar,” gumamnya.

Beberapa menit kemudian, ia sudah mengayuh sekuat tenaga. Angin menerpa wajahnya, napasnya naik turun.

Namun di sebuah tikungan sempit—

Brak!

Sepedanya menabrak seorang remaja laki-laki yang membawa kardus. Keduanya terjatuh. Kardus-kardus kosong berserakan.

Lihat selengkapnya