Ayah, Maaf

tri puji rahayu
Chapter #13

13

Saat lusa datang, Palupi mendapat panggilan dari Rendra, ayahnya.

“Palupi, ayah sedang sibuk di perusahaan. Sebentar lagi pesta ulang tahun Frisca akan dilaksanakan. Reta, ibumu, terus menelepon ayah dan meminta ayah datang lebih cepat karena rekan kerja ayah sudah banyak yang berdatangan. Sepulang sekolah, kamu mampir ke rumah sakit keluarga kita dulu, ya.”

Rendra berhenti sejenak sebelum melanjutkan, “Dokter Govi sudah menghubungi ayah. Hasil rekam medismu sudah keluar hari ini. Apa kamu bisa membantu ayah mengambilnya?”

Palupi mengangguk sambil terus berjalan menuju gerbang sekolah. Sopir keluarga sudah menunggunya di luar. “Baik, Ayah. Aku akan mengambilnya sesegera mungkin.”

“Bagus. Setelah mengambilnya, kamu harus segera pulang. Pesta ulang tahun Frisca dimulai pukul tujuh malam. Kamu juga perlu bersiap. Ingat, jangan mampir ke mana-mana.”

Palupi tersenyum kecil saat membuka pintu mobil dan masuk ke dalam. “Ayah, aku mengerti.”

“Oh ya, jangan dibuka dulu hasilnya. Biarkan ayah membacanya bersamamu setelah pesta Frisca selesai.”

“Baik, Ayah.”

Setelah ponsel dimatikan, Palupi menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil dan berkata, “Ke rumah sakit keluarga Adiyatma. Jalan lebih cepat, ya. Ayah tidak ingin aku terlambat hadir di pesta ulang tahun Frisca.”

“Baik, nona,” ucap sopir keluarga itu.

Mobil tiba di rumah sakit keluarga Adiyatma tiga puluh menit kemudian. Palupi berjalan keluar dengan langkah santai menuju ruang praktik Dokter Govi.

“Permisi,” ucap Palupi setelah mengetuk ruang praktik itu.

“Masuk,” sahut suara dari dalam.

“Dokter Govi mendongak, lalu mengangguk. “Nona, Anda sudah datang. Silakan duduk. Ayah Anda sudah mengabari saya bahwa Anda yang akan mengambil hasil rekam medis.”

Palupi menunduk memberi salam, lalu duduk di kursi di hadapan dokter Govi.

Dokter Govi menatapnya beberapa saat sebelum berkata, “Nona, kabar ini mungkin sedikit sulit diterima, tetapi Anda harus tetap tenang. Kita bisa menghadapi ini bersama. Ayah Anda pasti akan mencari cara untuk..”

Belum sempat Dokter Govi menjelaskan lebih lanjut, ponselnya di sakunya bergetar. Dengan gerakan singkat, ia mengangkat dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

Lihat selengkapnya