Ayah, Maaf

tri puji rahayu
Chapter #29

29

Saat hari mulai gelap, akhirnya Palupi memutuskan untuk segera pulang ke kediaman.

Rumah mewah itu selalu memberi kesan hangat seperti sebuah keluarga utuh bagi Palupi. Setelah menghirup napas panjang, ia membuka pintu rumah perlahan.

Tak pernah Palupi sangka, Rendra sudah menunggunya di ruang tengah. Pria itu menatap Palupi beberapa saat hingga gadis itu menutup pintu di belakang tubuhnya.

“Kalian kembali ke kamar dulu. Ayah mau ngomong sama Palupi di ruang ini.” Ucap Rendra pada Perso, Frisca, dan Reta, istri barunya.

Mereka tak menolak perintah Rendra dan langsung pergi ke lantai 2. Tatapan Perso sempat bertemu dengan Palupi beberapa saat sebelum ia memandang Palupi dengan tatapan rumit.

Palupi berjalan mendekat ke arah Rendra.

“Ayah, maaf. Tadi aku..”

“Pergi main?” potong Rendra dingin.

"Palupi, kamu main sama temen kamu yang mana lagi kali ini sampe ayah nggak bisa hubungi ponsel kamu? Kamu sengaja buat Ayah khawatir lagi??”

“Maaf ayah, tadi ponselku mati. Aku lupa nggak charger semalam.”

“Alasan!” bentak Rendra. “Palupi, mau sampai kapan kamu kayak gini? Sampai Ayah mati? Hah?”

Palupi menunduk. Air matanya perlahan jatuh membasahi wajahnya.

“Jawab Ayah!!”

“Ayah, Palupi salah. Palupi nggak bakal kayak gini lagi, Palupi janji.”

Rendra buru-buru meraih botol obat di sampingnya, lalu meneguknya.

Palupi mendekat meraih kaki Ayahnya. “Ayah, maafin Palupi… Palupi janji nggak bakal buat Ayah khawatir lagi, nggak bakal buat Ayah marah lagi. Ayah jangan marah-marah ya, jantung Ayah nggak sehat. Palupi tahu Palupi salah. Maaf, Ayah."

Rendra menghirup napas dalam-dalam. “Ayah kasih kamu kesempatan sekali lagi. Kalau kamu buat Ayah kecewa lagi, Ayah nggak akan mau jadi ayah kamu lagi, Palupi.”

Palupi mengangguk dalam-dalam. “Ayah, aku janji. Aku nggak akan buat Ayah kecewa lagi. Aku cuma punya Ayah sama Kakak. Kalau kalian nggak mau Palupi, Palupi nggak akan punya siapa-siapa lagi.”

Rendra mengelus kepala Palupi pelan. “Asal kamu patuh dan nggak bikin Ayah sama kakakmu khawatir, kami akan selalu jadi keluargamu, Palupi. Juga Frisca dan Ibu Reta, mereka juga bakal jadi keluarga kamu.”

Palupi mengangguk dengan sungguh-sungguh. “Ayah, aku akan.”

Lihat selengkapnya