Ayah, Maaf

tri puji rahayu
Chapter #36

36

“Nona... saya nggak bisa jelasin panjang lebar. Tuan besar sekarang sedang menuju rumah sakit tempat Tuan Perso dan Nona Frisca dirawat.

Saya akan menghubungi Nona lagi saat ada kepastian, ya..”

Sambungan telepon itu dimatikan oleh kepala pelayan. Akhirnya Palupi meletakkan ponselnya dengan tangan gemetar.

“Paman, Bibi, Kakak.. Kak Perso kecelakaan. Aku harus pergi nemuin kakak.

"Paman, Bibi, tolong antar aku. Aku mau lihat kakak. Ini salahku lagi. Kalo aku nggak ikut paman kemarin, kakak nggak bakal jemput aku hari ini. Kakak nggak akan kecelakaan. Paman, Bibi, aku mohon... antar aku, ya. Aku mau tau kondisi kakak. Aku nggak mau kakak kenapa-napa.”

Hafyd menghela napas kasar. “Palupi, itu karma mereka karena ngabaiin kamu selama ini. Kamu cukup di sini aja, ya. Paman yang akan tengok kakakmu. Kamu cukup diam di sini sama Bibi. Paman yakin kakakmu pasti akan baik-baik saja. Nurut sama Paman, ya...”

Palupi akhirnya mengangguk begitu melihat mata Hafyd yang tegas.

Yuli menjaga Palupi sendiri di ruang itu. Dan setelah beberapa jam berlalu, ponsel Yuli akhirnya berdering.

“Sayang, apa Palupi sudah tidur?” tanya Hafyd dari balik telepon.

“Sudah. Ada apa?”

“Perso mengalami kerusakan ginjal yang parah. Dia mengemudi tanpa menggunakan sabuk pengaman hingga terpental keluar dari mobilnya. Sekarang aku sedang sibuk mencari pendonor. Satu ginjalnya masih bisa diselamatkan, tapi organ itu juga mengalami benturan cukup serius. Kalau sampai besok pagi aku nggak bisa mendapatkan pendonor, aku berniat mendonorkan ginjalku untuk Perso. Kamu nggak apa-apa, kan?”

Yuli terdiam sebentar sebelum menjawab, “Apa satu ginjalnya juga nggak berfungsi? Kamu tau kan beban hidup orang dengan satu ginjal?”

“Aku nggak punya pilihan, Yuli. Dia satu-satunya keponakanku yang sehat. Kondisi Palupi mengkhawatirkan. Aku nggak mau keturunan kakakku berhenti pada mereka.”

“Tapi, Sayang...”

“Tolong ngertiin aku, ya.”

“Bagaimana ayahnya? Apa Rendra nggak mau donorin ginjalnya buat putranya?”

“Ini yang mau aku omongin sama kamu. Semalam jantung Rendra kumat waktu tau kondisi Perso. Sekarang dia juga lagi dirawat di rumah sakit ini.”

“Gila!! Sebenarnya apa dosa keluarga ini? Sampai isinya kena sial semua? Aku bakal nemuin kamu. Tunggu aku di sana! Jangan ambil keputusan dulu.”

Waktu Yuli mematikan ponselnya, tangannya ditahan oleh Palupi yang ternyata belum tidur sejak tadi.

Lihat selengkapnya