BAB 16 – Lelaki Tua di Guangzhou Membutuhkan Donor yang Sangat Langka
Guangzhou, Tiongkok.
Hujan tipis turun di Kota Guangzhou ketika sebuah sedan hitam berhenti di halaman sebuah rumah sakit swasta yang berdiri jauh dari keramaian pusat kota. Bangunannya tidak terlalu besar. Dari luar, tak ada yang membedakannya dengan rumah sakit lain. Namun, orang-orang yang datang ke tempat itu hampir selalu tiba tanpa banyak pengawal, tanpa sorotan media, dan tanpa nama yang diumumkan.
Di lantai enam, seorang lelaki tua berusia sekitar enam puluh lima tahun terbaring di ruang perawatan khusus. Wajahnya pucat. Selang infus menjuntai dari lengannya. Mesin pemantau jantung berdetak pelan. Di samping tempat tidur, berdiri dua anak laki-lakinya. Keduanya mengenakan jas mahal. Mereka bergantian memandang layar monitor, seolah berharap angka-angka di sana berubah menjadi kabar baik. Pasien itu adalah seorang pengusaha dibidang teknologi yang namanya cukup dikenal di kawasan Asia Timur. Selama bertahun-tahun ia hidup dengan penyakit ginjal kronis. Kini waktunya hampir habis. Ia didampingi dua anak lelakinya yang akan menjadi pewaris perusahaan.
Dokter yang menangani mereka masuk membawa sebuah map. Ia meletakkan hasil laboratorium di atas meja. "Kita tidak punya banyak waktu."
Putra sulung pasien menatap dokter tanpa berkedip.
"Berapa lama lagi?"
"Paling lama tiga bulan." Kata sang dokter
Ruangan itu menjadi sunyi. Di luar jendela, kota Guangzhou tetap bergerak seperti biasa. Namun bagi keluarga itu...Waktu seolah berhenti.
"Golongan darah?" Tanya anak sulung, yang terlihat sangat khawatir akan kondisi ayahnya.
"AB." Kata dokter sambil menunjuk jenis golongan darah yang tertulis dilaporan laboratorium. Kertas itu sengaja dia sodorkan langsung ke tangan sang anak pengusaha.
"Dan..."