Ayahku Masih Perjaka

Oleh: Nisa Yani

Blurb

Darvian Niskara adalah seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun yang menderita Autism Spectrum Disorder (ASD). Sebuah kondisi yang membuatnya sering dianggap berbeda dari orang normal pada umumnya. Ia terlalu diam, terlalu kaku, dan sulit dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya.

Sejak kecil, Darvian lebih akrab dengan keheningan daripada percakapan. Ia tidak pandai berbasa-basi, tidak mengerti candaan yang terselip di antara kalimat, dan kerap menghindari tatapan mata terlalu lama. Namun di balik itu semua, pikirannya bekerja dengan cara yang luar biasa. Ia mampu melihat pola yang tidak disadari oleh orang lain, mengingat detail kecil yang sering terlewat, dan menyelesaikan masalah dengan ketenangan yang jarang dimiliki kebanyakan orang.

Darvian tidak pernah jatuh cinta. Tidak pernah menjalin hubungan. Bukan karena ia tidak ingin, tetapi karena ia tidak tahu bagaimana caranya.

Hingga suatu malam, semuanya berubah.
Saat hujan turun tanpa henti, membasahi jalanan yang sepi dan dingin. Darvian yang baru saja pulang kerja menghentikan langkahnya ketika mendengar suara kecil lirih, bergetar, nyaris tenggelam oleh suara hujan. Tangisan.

Darvian menoleh, matanya menyapu sekeliling hingga berhenti pada sosok kecil di bawah lampu jalan yang redup. Seorang anak perempuan, berdiri sendirian, tubuhnya basah kuyup, dan matanya penuh ketakutan.

Darvian mematung. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, anak itu berlari kecil ke arahnya. . . lalu menggenggam tangannya dengan erat.

Sentuhan itu membuat tubuh Darvian menegang. Napasnya tertahan. Ia tidak menyukai sentuhan mendadak.
Tapi anehnya. . . ia juga tidak menarik tangannya.

Anak itu mendongak, matanya berkaca-kaca, suaranya hampir tak terdengar saat berbisik,

"Ayah. . . jangan pergi."

Lihat selengkapnya