Ayahku Masih Perjaka

Nisa Yani
Chapter #1

Chapter tanpa judul #1

Langit berwarna kelabu, hujan rintik-rintik turun membasahi bumi. Samar-samar terdengar suara petir menggelegar di atas langit. Kilatannya membelah cakrawala. Bersamaan dengan itu, perlahan titik demi titik air hujan jatuh membasahi bumi.

Istambul Turki, kota yang memiliki julukan seribu masjid, kota yang menghubungkan dua benua besar Eropa dan Asia, kota yang merupakan jembatan antara timur dan barat dan kota yang sering disebut kota peradaban. Kota yang merupakan tempat ia dibesarkan, hari ini seolah dunia ikut berduka setelah ia kehilangan sosok seseorang yang paling ia cintai di dalam hidupnya.

Darvian Niskara, pemuda berumur dua puluh lima tahun berdarah Indonesia dan Turki berdiri di depan gundukan tanah yang saat ini sedang dilakukan upacara pemakaman. Ibunya yang selama ini membesarkannya dengan penuh cinta pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta. Matanya menatap nanar pada sekop yang menutupi tanah pemakaman itu. Pecinya sedikit berdebu ketika ia ikut turun ke liang lahat.

Satu sekop, dua sekop, tiga sekop, Darvian seperti menghitung berapa banyak tanah yang menutupi seluruh tubuh istrinya sampai wajahnya tertutup sepenuhnya dengan tanah. Ia berdiri kaku dengan mata berkaca-kaca. Menunggu sampai gundukan itu tertutup sepenuhnya sebelum ditaburi bunga.

Lihat selengkapnya