(B) UTUH

Basmalahku
Chapter #13

Night ride


Selamat tinggal masa putih abu-abu ku. Terima kasih untuk semua pelajaran dan pengalaman yang aku dapatkan selama tiga tahun ini.

Sudah pukul tujuh malam, sekolah masih ramai. Aku berlari kecil kearah Aldi yang tengah menungguku di area parkiran. Aku sengaja memintanya menunggu karena aku ingin pulang bersamanya. Aku sedang tidak ingin pulang kerumah.

Aku ingin menghabiskan waktu bersama Aldi karena sebentar lagi aku akan pergi meninggalkan kota yang penuh dengan cinta ini.

"Udah selesai?" tanyanya berdiri ketika aku sudah dekat dengannya.

"Iya, baru aja selesai," jawabku. Kamu belum pulang daritadi?" tanyaku karena dia juga masih memakai jas tadi pagi.

"Belum," jawabnya sambil tersenyum.

"Jadi selama nungguin aku, kamu ngapain aja?"

"Tadi ada acara juga dikelas, tapi sebentar aja. Ya ... cuman buat dokumentasi untuk kenang-kenangan gitu," ucapnya menjelaskan.

"Habis itu?" tanyaku lagi.

"Nggak ada, duduk disini aja nungguin kamu," jawabnya.

Selama itu? Padahal acara kelas kami memakan waktu yang cukup lama. "Kenapa nggak pulang dulu aja?" tanyaku.

"Pengen nungguin kamu aja," ucapnya, kemudian meraih sebelah tanganku dan menggenggamnya.

"Sekarang mau kemana?" Dia bertanya.

"Kemana aja, yang penting jangan langsung pulang," jawabku cepat.

"Night Ride?" tanyanya menawarkan dan langsung ku jawab cepat. "Iya!"

"Emang nggak capek?"

"Nggak, aku nggak capek," jawabku berbohong. Padahal aku sebenarnya capek, karena seharian ini aktif terus, tetapi aku masih ingin bersamanya. Aku senang melakukan hal apapun bersamanya.

"Ayok!"

Dia mulai membantuku memakai helm. Tidak lupa dengan jaketnya. "Di pake ya, biar nggak masuk angin," ucapnya lembut.

Tangannya menarik tanganku, kemudian melingkarkannya di perut ratanya. "Pegangan biar nggak jatuh." Kami mulai berkendara memutari kota Jakarta yang tidak pernah istirahat itu.

Sepanjang perjalanan, kami tak henti saling bertukar cerita. Entah membicarakan tempat yang kami lewati, menceritakan orang-orang yang kami jumpai, atau mengomentari orang-orang yang melintas didepan kami.

Setelah capek berkeliling, kami akhirnya pulang, pulang ke kontrakannya. Jam sebelas malam.

Aldi menyuruhku mandi, sementara ia menyiapkan makan malam.

Aku berdiri di depan lemari Aldi, tempat dia menyusun koleksi bajunya. Di sana, terdapat beberapa pasang bajuku juga, karena aku sering menginap di sini.

Lemarinya rapi sekali, seolah mencerminkan kepribadian Aldi yang terstruktur. Lama mengenalnya membuatku hafal semua seluk-beluk tentang dirinya, begitu juga dia, dia tahun segalanya tentangku.

Selesai mandi, kini giliran Aldi yang mandi. Aku menunggunya di meja makan. Di atas meja terhidang dua piring nasi goreng dengan topping telur ceplok setengah matang, kesukaanku, dan dua gelas jus jeruk dingin.

Tak perlu menunggu lama, Aldi sudah selesai mandi.

"Loh, Ra? Kenapa belum dimakan?" tanyanya, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Baju rumahan yang dia kenakan membuat wajahnya terlihat santai. Tampan sekali.

"Mau makan bareng."

Lihat selengkapnya