Tiga hari lagi. Tiga hari lagi aku harus pergi. Oh iya, Aldi mengirimiku pesan tadi. "Ra? Sibuk nggak? Boleh ketemu sebentar sore ini?" tanyanya.
Aku langsung menjawab dengan cepat. "Boleh dong. Mau ketemu dimana?" balasku.
Tentu saja di coffee shop langganan kami itu. Bukan karena tidak ada tempat lain, tetapi rasanya memang lebih nyaman di sana.
Setelah mendapatkan pesan dari Aldi tadi, aku langsung sumringah dan kembali bersemangat. Tidak sabar menunggu sore.
"Tuh, kan. Gue bilang juga apa, bandel sih lo," ucap Sherly setelah melihat aku yang kembali bersemangat. Suaranya terdengar meledek.
Sepertinya Sherly memang benar, bahwa keputusan untuk tidak menghubungi Aldi untuk beberapa waktu adalah keputusan yang salah. Coba saja aku tetap menghubungi dia seperti biasa, pasti aku tidak akan murung dan mengurung diri selama tiga hari ini.
"Iya deh, kamu bener. Emang aku yang bandel," ucapku, dengan rela mengaku salah.
Aku sampai kurang dari tiga puluh menit dari waktu yang sudah Aldi tentukan. Mungkin karena terlalu bersemangat. Biasanya dia yang menungguku tetapi kali ini aku yang akan menunggunya.
Tidak banyak yang kulakukan selama menunggu dia, aku hanya sibuk membaca novel online di salah satu platform favoritku, wattpad.
"Hai, kak! Hari ini mau pesan apa?" tanya seorang pramusaji yang sudah tidak asing lagi. Bukan, bukan karena aku mengenalnya, tetapi karena kami sudah berlangganan disini sejak lama.
"Kayak biasa aja, dua," jawabku. "Tapi yang satunya nanti aja, ya. Tunggu dia datang dulu," pesanku.
"Baik, Kak," ucapnya sambil tersenyum kemudian berlalu menuju tempat orderan.
Tidak lama, dia datang lagi dengan nampan kecil berisi satu gelas ice cappucino pesananku.
"Enjoy the coffee, kak," ucapnya dengan ramah yang ku balas senyuman yang ramah juga.
Cukup lama aku menunggunya, padahal sudah lewat tiga puluh menit dari waktu yang dia tentukan, tetapi Aldi belum sampai juga. "Ah, mungkin kena macet, kayak nggak tau aja jalanan dijakarta gimana," ucapku membatin.
Ting
Pesan masuk. Iya, itu pesan Aldi.
"Ra, aku udah sampai, kamu dimana?"
Aku langsung membalas, "Aku udah sampai dari satu jam yang lalu."
Pesanku hanya dibaca. Lalu aku melihat kearah pintu masuk. Aku terkejut melihat Aldi datang dengan keadaan yang aku tahu dia sedang tidak baik-baik saja.