(B) UTUH

Basmalahku
Chapter #19

Tempat baru



Hari ini hari pertamaku masuk ke kampus. Ngomongin soal kuliah, aku mengambil jurusan farmasi. Bukan. Bukan karena keinginan orang tua, tetapi dari kecil aku sudah tertarik dalam dunia obat-obatan. Dari kecil aku sudah mempunyai keinginan yang besar untuk menjelajahi dunia yang menarik ini.

Bangku kuliah ternyata tidak se-menyenangkan yang sering kubaca di cerita fiksi atau di sinetron-sinetron. Baru hari pertama ospek rasanya sudah sangat melelahkan. Tetapi ini pilihanku. Jadi, aku harus beradaptasi dengan dunia baru yang penuh tantangan ini.

Kabar baiknya, sejauh ini aku sudah mulai nyaman dengan tempat asing yang mulai sekarang akan menjadi tempat menetap untukku ini. Benar kata Sherly, disini aku tidak punya siapa-siapa untuk dimintai tolong. Tetapi bagiku hal itu tidak terlalu buruk, karena sejujurnya keramaian yang paling ku sukai adalah keramaian yang dimana tidak ada yang mengenaliku. Karena aku bisa menikmati kebebasan dan menjelajahi diriku sendiri.

Kabar buruknya, aku masih selalu mengecek hp, berharap ada notifikasi darinya. Bahkan dimanapun aku berada, aku suka memandangi wajah orang-orang yang aku temui, berharap ada Aldi di antara mereka. Walaupun hasilnya tetap nihil. Karena Aldi mungkin masih di Jakarta, atau di tempat lain. Tidak mungkin juga dia tiba-tiba menyusul ku kesini. Atau mungkin juga?

Kalau teman, aku tidak terlalu tertarik untuk mengajak orang lain berkenalan terlebih dahulu. Apalagi aku lumayan sulit untuk cocok dengan orang lain. Aku hanya cocok dengan beberapa orang, seperti Sherly dan Wildan misalnya. Tetapi aku tahu kalau aku tidak akan pernah menemukan teman seperti mereka lagi di belahan dunia manapun. karena mereka sudah menjadi bagian penting dalam kehidupanku.

Tetapi aku menyukai suasana kelas baruku, satu kelas ada sekitar 35 orang. Mereka asyik, tetapi tetap saja aku tidak tertarik untuk mengenal mereka lebih jauh. Atau belum mungkin? Karena dikelas aku menjadi yang paling pendiam. Malas saja untuk sekedar mencari basa-basi untuk menjadi topik obrolan. Mereka tidak mempermasalahkan itu, dan hal itu yang membuatku nyaman.


____


Aku berjalan dengan santai di pinggir pantai. Ombak yang lembut menyentuh kakiku, menciptakan suara menenangkan yang membuat ku berasa tenang. Rutinitas baru yang biasa kulakukan setiap hari. Iya, setiap hari. Aku suka melihat langit jingga dari pantai, aku suka menghabiskan soreku duduk di atas pasir putih beralaskan selendang kecil, dan buku jurnal. Karena akhir-akhir ini, aku suka bercerita kepada Aldi melalui tulisanku. Entah kenapa, hal itu bisa sedikit mengalihkan pikiran ku, dan membuat perasaanku sedikit membaik. Walaupun setelah sampai dirumah aku akan teringat dan kembali menangis.

Al, bagaimana kabarmu? Aku udah di tempat impianku itu sekarang.

Al, Bali ternyata lebih indah dari apa yang kita pikirkan selama ini. Bali menyembunyikan jutaan hal yang unik yang nggak akan terlihat dari luar. Hal yang tidak bisa berhenti membuatku berdecak kagum. Walaupun rasanya masih kurang karena nggak ada kamu.

Lihat selengkapnya