(B) UTUH

Basmalahku
Chapter #20

Dunia abu-abu



Hari ini dosen pembimbing tidak jadi masuk. Tetapi setelah ini, masih ada mata kuliah yang lain, jadi kamiĀ  belum bisa pulang.

Semua orang terlihat sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang melamun, baca buku, tidur, bercanda dengan teman lainnya, dan ada yang pergi nyari makan, katanya. Sedangkan aku, aku hanya sibuk memandangi walpaper hp dimana aja wajah Aldi disana. Senyumannya manis, dan akan selalu begitu.

Aku merasakan mejaku sedikit bergoyang. Aku menoleh, ternyata ada seorang perempuan yang aku tahu tempat duduknya ada di barisan paling depan tepat di samping pintu.

Dia tersenyum ramah kepadaku, aku membalas senyumannya seadanya. Anaknya cantik, rambutnya hitam pekat, dia masyarakat lokal. Aku tahu karena sewaktu perkenalan diri, aku menyimak dengan baik, walaupun tidak semuanya bisa ku ingat dengan jelas.

"Boleh gabung, nggak?" tanyanya ramah.

"Iya." Aku menjawab dengan singkat.

Dia langsung duduk di depanku, kemudian mengulurkan tangannya. Walaupun sedikit bingung, aku tetap menerima uluran tangannya.

"Namaku Hana," ucapnya ramah.

"Iya. Aku denger waktu perkenalan hari itu," jawabku tanpa basa-basi.

"Oh iya. Aku kok nggak tau nama kamu?" tanyanya membuat aku menatapnya dengan datar.

"Clara Beatrice," jawabku dengan cepat.

"Kamu dari Jakarta kan? Aku ingat kamu dari Jakarta, tapi aku nggak ingat nama kamu siapa," ucapnya sambil nyengir.

"Iya."

Aku sengaja menjawabnya dengan dingin, supaya dia tidak betah dan memilih untuk pergi. Tetapi nyatanya dia malah mencari topik lain untuk melanjutkan obrolan kami.

Sejauh ini, ternyata Hana asyik orangnya. Dia tipe orang yang tidak bisa berhenti berbicara, dan aku yang memang suka mendengarkan orang lain bercerita. Tanpa kusadari, senyumanku tidak pernah luntur selama mendengarkan ceritanya.

Padahal yang dia ceritakan adalah hal-hal random. Tentang pacarnya yang posesif akut, tetapi umur mereka terpaut lumayan jauh sampai lima tahun, tentang hal menarik dari Bali yang belum aku ketahui sebelumnya, tentang rekomendasi tempat makan yang enak, tempat wisata yang menarik, tentang budaya masyarakat lokal, dan masih banyak hal lainnya.

Aku jadi sadar, ternyata berkomunikasi dengan orang lain juga bisa mengalihkan perhatianku, buktinya selama mendengarkan Hana bercerita, aku bisa melupakan kesedihanku. Walaupun hanya sebentar, kemudian balik lagi.

"Kalau kamu gimana?" tanyanya. Aku tertegun. Karena maksud dari pertanyaannya adalah, pacar.

Lihat selengkapnya