Hari ini Aisyah harus meninggalkan rumah. Tidak mudah bagi seluruh anggota keluarga untuk melepaskannya. Utami terus memeluk Aisyah.
Aisyah dan Firman akan tinggal di sebuah rumah jagaan villa. Kakak Firman diharuskan menjaga villa yang lain. Jadi, mereka akan tinggal berdua di sana.
🌻🌺🪻
Hari itu, ayahnya mendapat pekerjaan sebagai kuli bangunan di kota, tepatnya di sebuah proyek apartemen. Ia pulang sebulan sekali, dengan masa kerja selama lima bulan.
Akhirnya, masa kerja itu pun berakhir.
Tanda cinta tidak melulu berbentuk bunga. Bisa saja berbentuk uang yang digunakan untuk membiayai perbaikan dapur istri. Kini, Fatimah tidak perlu lagi mengenakan sandal saat memasak agar kakinya tidak menyentuh tanah.
Sebagian hasil dari bekerja di proyek itu juga ditabung oleh ayah Sofi.
Terdengar deru knalpot yang membahana di depan rumah. Sebuah motor berhenti di depan rumah mereka. Lalu, tiba-tiba mereka dibuat kaget karena ban depan motor bebek tersebut masuk hingga melewati daun pintu dan menjorok ke dalam rumah.
“Bapak,” ucap Utami kebingungan.
“Motor di mana?” tanya Fatimah.
Teman ayah Sofiyah menggadaikan motor bebek keluaran tahun 2007 itu seharga tiga juta rupiah. Bagi ayah Sofi, menerima barang gadaian merupakan salah satu cara menyimpan uang. Setidaknya, motor itu akan banyak membantu, sementara uangnya tetap utuh.
Ayah Sofi merawat motor itu dengan telaten. Ia mencucinya hingga sangat bersih. Terkadang, sepulang menggarap kebun, ia menyambi dengan menjadi tukang ojek.
Motor itu mampu membuat suami Fatimah berjalan sedikit lebih tegak.
Pagi-pagi, Sofi dan Utami sudah diantar ke sekolah oleh ayahnya. Kini Sofi sudah duduk di bangku kelas tiga SMP, sementara Utami duduk di bangku kelas lima SD.
🌻🌺🪻
Berkat bantuan pemerintah, Sofi dan Utami mampu terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu saja, semua itu juga berkat kerja keras ibu dan ayah mereka.
Satu setengah bulan lagi, Sofi akan mengikuti Ujian Nasional.
Entahlah. Setelah lulus dari sekolah menengah pertama, bagi Sofi, kelanjutan pendidikannya tak ubahnya seperti arena perjudian. Kemungkinannya hanya dua: melanjutkan atau tidak.
Ayah dan ibunya tidak pernah mengatakan bahwa Sofiyah tidak akan melanjutkan sekolah, meskipun kemungkinan itu bisa saja terjadi.
Rasanya seperti menunggu bintang jatuh.
🌻🌺🪻
Hari ini, Sofi dan keluarganya akan mengunjungi kediaman Aisyah. Mereka hendak bersilaturahmi.