Baby Orca

Dianikramer
Chapter #13

Tiga belas

Aisyah menyuruh Sofi untuk membereskan sisa yoghurt itu. Kali ini Firman dan Aisyah tidak terlalu kaku, meski sedang kedatangan Tuan pemilik villa. Tuan Edgar lebih lentur jika dibandingkan dengan Bu Dameria.


Firman membawa apa saja yang ada di dalam bagasi mobil Tuan Edgar. Aisyah masuk ke dalam villa untuk memastikan bahwa tidak ada yang kotor.


“Kau bisa membantuku?” pinta Firman, yang kini tampak kewalahan membawa frame yang sudah dilapisi kain kanvas.


Tuan Edgar yang kini mengenakan kemeja putih dan celana berwarna abu misty itu beristirahat di kamar.


Ia meminta Firman untuk membeli daging sapi dan berbagai bumbu. Sementara itu, setelah sampai di dalam villa, Tuan Edgar langsung tidur pulas.


🪻🌺🌻


Terang bulan, udara yang dingin, aroma barbeque melengkapi malam ini. Firman beranjak ke rumah jagaan villa, membawa makanan untuk Sofi.


“Mau ke mana?” tanya Tuan Edgar dengan logat Prancis yang kental terdengar.


“Aku mau menemui adikku, Tuan.”


“Suruhlah adikmu kemari. Ajak dia ke sini.”


“Terima kasih, Tuan.”


Lalu akhirnya Sofi bergabung. Keadaannya seperti terbalik. Tuan villa itu melumuri setiap potongan daging tersebut, lalu membakarnya. Ia membakar setiap daging barbeque, lalu menyajikannya untuk penjaga villa.


Tuan pemilik villa sangat menghayati pekerjaannya. Ketika membakar setiap daging, ia terus-menerus menatapi bakaran itu. Ia sangat menyenangi hal tersebut. Sepertinya, ia mulai terhanyut dalam dunianya sendiri.


Kami menikmati daging dengan segelas kola.


Lalu Aisyah, dibantu Sofi, membersihkan dan mencuci semua peralatan makan yang digunakan tadi. Setelah selesai melakukan tugas, mereka menyiapkan diri untuk tidur. Firman tidur di ruang tengah, sementara Sofi tidur bersama Aisyah.


“Tek, tek, tek.”


Firman langsung bangun. Dengan mata yang masih menahan kantuk, ia membuka pintu.


“Man, I minta sampah,” Pak Edgar merajuk.


“Oh, siap, Pak.”


Lalu Firman mengangkat sarungnya dan pergi ke gudang untuk mengambil panci besar yang sudah tidak terpakai. Setelah itu, ia mengambil sekantung sampah yang ada di belakang villa.

Lihat selengkapnya