Baby Si(s)tter

Annisa Diandari Putri
Chapter #14

Pelajaran Pertama

Playdate

Senayan Park Sabtu ini tidak terlalu ramai. Mungkin karena konser K-Pop hari ini di Senayan yang membuat orang lebih memilih pergi ke Gelora Bung Karno, daripada menghabiskan waktu di mal.

Saat berjalan menyusuri lantai tiga, mereka melihat dua orang familier berdiri di depan Playtopia.

“Itu kayaknya gue kenal.” Nadine menyipitkan matanya.

“Sepupu sama keponakan gue yang waktu itu ke rumah.”

“Kalau main sama anak kecil sih, Kirana udah khatam, Dim.”

“Gue udah capek sama yang di rumah, di sini malah disuruh ngurus anak kecil lagi. Terima kasih, deh. Gue mending pulang aja.”

Dimas dengan cepat menahan bahu Kirana yang sudah berbalik badan. “Siapa juga yang nyuruh lo ngurus anak kecil?”

Sebelum Kirana sempat protes, Dimas sudah memutar kembali tubuh sahabatnya lalu mendorong bahunya pelan agar lanjut berjalan menuju Playtopia.

Sementara Dimas membeli tiket masuk, Kirana dan Nadine menyapa sepupu dan keponakannya.

“Kok cuma berdua, Teh?”

“Yang gede lagi main sama bapaknya. Cuma kita berdua yang diajak Dimas ke sini.”

“Sebenernya dia mau ngapain, ya? Dimas nggak bilang apa-apa sama kita.” Tanya Nadine.

“Semalem Dimas WhatsApp mau ngajakin si kecil main sama makan-makan. Aku mah iya-iya aja.”

Nadine dan Kirana saling menatap bingung. Tidak lama Dimas kembali dan memberikan tiket kepada mereka.

“Kok cuma kita bertiga? Teteh nggak ikut?”

“Emang kita bertiga doang yang main. Sama si bocil.” Dimas tersenyum lebar sambil menggandeng keponakannya.

“Sekali-kali aku pengen duduk bengong sambil memantau aja. Capek lari-larian ngejar bocah terus. Jagain ya, Dim. Aku mau beli makanan dulu.”

Saat berjalan masuk ke dalam area permainan, Nadine berbisik ke Dimas.

“Kata lo nggak ngurus anak kecil. Kalau ibunya nggak ikut mah sama aja, Dim.”

“Beda… Udah… percaya aja sama gue.”

“Pokoknya kalau Kirana kenapa-kenapa, gue nggak mau tanggung jawab.”

“Tenang aja, Nad.”

Keponakan Dimas mulai berlari, melempar-lempar bola plastik di ball pool, membuat rumah-rumahan di sand playground, sampai menarik Dimas ke wave slide untuk bermain seluncur.

Kirana yang tadinya tidak mau ikut bermain, akhirnya terbawa suasana, bahkan menggantikan Dimas untuk bermain seluncur di wave slide. Belum lagi ternyata keponakannya suka tempat-tempat yang menurut kacamatanya seru. Yang membuat tiga sahabat ini harus mencari alasan jika rope play tidak cocok untuk anak umur empat tahun.

Saat sedang asyik-asyiknya bermain di ball pool, tiba-tiba dia jatuh tersungkur karena terdorong oleh anak yang badannya lebih besar. Awalnya dia diam, tapi langsung menangis saat didekati oleh Dimas.

Melihatnya menangis, Kirana refleks ingin memeluk untuk menenangkannya tapi Dimas dengan sigap menahan tangan Kirana. Dimas menggendong keponakannya keluar area permainan dan menyerahkan kepada sepupunya. Ibunya bergegas memeluk dan mengecek apakah ada luka di badan anaknya. Dari pinggir ball pool, Kirana hanya memperhatikan mereka dengan canggung.

Dimas tersenyum lebar saat kembali dan berdiri di samping Kirana.

“Kita itu cuma om sama tante. Tugas kita ngajak seneng-seneng, bagian yang repot tetap urusan orang tuanya. Kita tinggal tunggu aja sampe dia happy lagi.”

Lihat selengkapnya