Baby Si(s)tter

Annisa Diandari Putri
Chapter #18

Cuti Panjang Prama

Rencana Liburan

Dengan sleeve laptop di tangannya, Kirana berjalan masuk ke dalam rumah. Langkahnya gontai karena back-to-back meeting dengan beberapa klien hari ini. Di kepalanya hanya terbayang mandi air hangat lalu berbaring di kasur empuknya.

Saat memasuki rumah, terdengar suara ramai di ruang tengah. Dari tumpukan sepatu di pintu depan, Kirana sudah bisa menebak siapa saja manusia di dalam rumah. Ternyata benar yang dia pikirkan. Ada Prama dan Fitri di ruang tengah sedang mengobrol dengan Mama. Sementara Anjani mengajak Caca bermain game di meja makan.

Pemandangan di depannya kembali membuat jantung Kirana berdegup kencang, tapi dia menarik napas panjang beberapa kali sambil menghitung deretan angka dalam hati. Mencoba menenangkan jantungnya sendiri.

Tanpa menyapa, Kirana langsung berjalan melewati mereka menuju kamarnya. Tapi langkahnya dihentikan oleh kata-kata Mama.

“Kamu tuh, pulang kerja main masuk kamar aja. Sini dulu ngobrol.”

Mau tidak mau, Kirana terpaksa menunda rencananya. Tapi daripada duduk bersama Mama dan kakaknya, Kirana memilih duduk di meja makan bersama Anjani.

“Ini lho, kakak kamu abis dapet bonus terus mau liburan ke Bali seminggu. Kamu mau nitip apa?”

“Lo bisa cuti lama?” Tanya Kirana basa basi.

“Gue mau ngambil jatah cuti tahun kemarin yang masih banyak. Lagian kasian Fitri, dia stres abis di-layoff. Capek juga ngurus Caca sendirian.”

“Iya Ma, Caca susah makannya. Apa-apa nggak mau. Mana sendirian, nggak ada yang bantuin.”

Ucapan mereka membuat Kirana dan Anjani bertukar pandang dan berusaha menahan tawanya.

“Apa nggak makin capek lo liburan bertiga ke Bali?” Tanya Anjani.

“Kita rencananya mau pergi berdua aja. Jadi mau nitipin Caca di sini.”

Mendengar kata-kata yang diucapkan Prama dengan mudah, mata Anjani dan Kirana membulat. Jantungnya kembali berdegup kencang. Apalagi saat Kirana melihat ekspresi Mama yang tampak santai, tidak terganggu dengan rencana tersebut.

“Kalau lo nitipin Caca di sini… siapa yang jagain setiap hari?” Tanya Kirana perlahan.

“Mama, lah.” Jawab Prama pasti, sambil mengunyah kacang.

Melihat ekspresi Kirana yang berubah, Anjani mulai khawatir dengan kakaknya.

“Mama bisa jagain Caca setiap hari? Emang nggak pergi-pergi?” Tanya Anjani.

“Bisa kok, Pram. Udah kalian pergi aja.” Mama meyakinkan Prama.

Masalahnya, mengingat sifat mamanya, Anjani dan Kirana yang tidak yakin.

“Emang Mama arisannya sekarang udah nggak lama lagi? Biasanya sampe lima jam. Mama nggak ke rumah Tante Arum? Nggak pengajian di masjid? Nggak ada acara kelurahan? Kader posyandu? Puskesmas?” Anjani yang hafal jadwal kegiatan Mama bertanya memburu. “Lo kan tau, Kak. Mama nggak bisa diem aja di rumah.”

“Hmmm… Mama ada reuni SMP, jadwal posyandu lansia, sama pertemuan kelurahan bulan depan. Nanti Mama cek dulu tanggalnya.” Ucap Mama setelah berpikir sesaat.

“Kalau Mama nggak bisa jagain, terus Caca mau dititip ke siapa?”

Lihat selengkapnya