Back To Home

Rizqy Kurniawan
Chapter #5

Bab 5

Yuna membuka mata perlahan. Terlihat sang adik berada disampingnya dan tak sadarkan diri. Yuna coba membangunkan Gerry dengan badannya yang masih lemas.

"Dek, bangun... Adek," dengan suara yang begitu lirih. Yuna terus coba menggoyang-goyangkan badan Gerry.

Dia kemudian mengamati area sekitar. Terlihat pepohonan yang sangat tinggi mengitarinya dan sang adik. Yuna nampak bingung. Lalu dia berdiri sembari memanggil-manggil sang ibu dan ayah.

"Ibu... Bu...! Ayaah!" Yuna mulai panik.

Gerry terbangun. Dia nampak terkejut dan bingung melihat keberadaannya saat ini. Gerry melihat sang kakak yang juga nampak kebingungan.

Gerry menghampiri Yuna.

"Kak. Kita Dimana??" Bertanya dengan perasaan mulai takut.

"Kakak juga nggak tau dek. Tadi pas kakak bangun udah ada di tempat ini. Ibu sama ayah juga nggak ada," Yuna tak tahu harus bagaimana menjelaskan tentang semua ini.

Tak ingin berlama-lama di tempat itu, Yuna segera memegang tangan sang adik sembari mengambil tas miliknya dan langsung mengajak Gerry pergi.

"Kak, mau kemana?" Gerry nampak tak ingin beranjak dari tempatnya.

"Kamu pegang tangan kakak terus, jangan dilepas. Kita cari jalan keluar dari sini," ucap Yuna coba meyakinkan sang adik.

Mereka berjalan menyusuri hutan tanpa arah yang jelas. Mereka berharap segera bertemu kedua orangtuanya.

***

Hampir 2 jam mereka berputar-putar di hutan. Tak kunjung mereka temukan jalan keluar yang diharapkan. Yuna semakin cemas, namun dia terus berusaha mencari jalan keluar itu. Sementara Gerry semakin erat memegang tangan sang kakak. Kini wajahnya nampak mulai kelelahan.

"Kak, istirahat dulu bentar. Aku capek," Gerry sudah tak kuat lagi berjalan.

"Iya iya. Kita duduk sini dulu. Kakak juga capek," Yuna dan Gerry duduk di dekat sebuah pohon. Gerry langsung terlelap tidur dipangkuan Yuna. Sementara Yuna berjaga-jaga mengamati sekitarnya meski matanya sudah sangat mengantuk.

***

Hari berganti sore. Yuna terbangun, sementara sang adik masih tertidur. Yuna coba mengecek makanan didalam tas. Terdapat beberapa camilan didalamnya. Yuna memakan sebuah snack. Dia coba menikmati makanannya, namun didalam pikirannya sudah sangat kacau. Yuna terpikirkan orangtuanya. Dia tak ingin kedua orangtuanya terluka. Tak terasa air mata menetes cukup deras, hingga membasahi pipinya.

Lihat selengkapnya