BAGI DUA

Kantin Cerita
Chapter #27

Chapter #27

Paman Darman berdiri di balik jendela kaca kantornya, menyibak tirai bambu seraya memegang secangkir kopi hitam pahit.

Pemandangan di pelataran bangsal terasa mengusik benaknya. Tujuh hari setelah penolakan Amplop Kedua di Hari ke-45, tidak ada kekacauan yang terjadi di pabrik. Sebaliknya, sistem baru yang dibangun Valine dan Reza mulai mengakar kuat: formulir penerimaan nira tercatat rapi dan dapat diverifikasi setiap jam, standar mutu kawah dijalankan mandiri oleh Mang Karta dan Mang Ujang, serta efisiensi kayu bakar pada tungku modifikasi stabil.

Darman meletakkan cangkirnya dengan ketukan pelan.

Selama dua belas tahun menjadi kepala operasional, posisinya tak tergantikan karena seluruh jalur penderes, taksiran rendemen, dan data kayu bakar hanya tersimpan di dalam kepalanya. Kini, keahlian yang membuatnya tak tersentuh perlahan mulai dibakukan ke dalam tabel, SOP, dan prosedur tertulis.

Jika ritme ini terus bertahan hingga Hari ke-90, Uwa Sukarna dan para tetua desa akan melihat bahwa pabrik dapat berjalan tanpa bergantung sepenuhnya kepadanya.

Darman sadar ia tidak bisa lagi menjatuhkan Reza melalui tuduhan salah kelola fisik atau pembukuan. Valine terlalu cermat, dan Reza terlalu teliti. Medan pertempuran harus dipindahkan ke tempat di mana tabel akuntansi tidak bisa membela mereka: kepatutan moral dan integritas karakter pemimpin.

Pukul sebelas siang, Darman duduk di kursi kerjanya di depan layar laptop tua yang menyala menampilkan laman peramban internet.

Darman mulai meneliti anomali terbesar keponakannya.

Keluarga besar hanya mengetahui bahwa Reza menempuh studi arsitektur di perguruan tinggi ternama di Jakarta. Reza adalah mahasiswa berprestasi yang karyanya sempat menjuarai sayembara desain. Namun pada September 2023, Reza tiba-tiba pulang ke Ciamis tanpa membawa ijazah sarjana. Almarhum Aki Warso tidak pernah banyak membicarakan alasan kepulangan cucunya, dan Reza sendiri selalu mengalihkan pembicaraan setiap kali ada kerabat yang menanyakan kelanjutan kuliahnya.

"Mahasiswa tingkat akhir tidak membuang kuliahnya begitu saja tanpa alasan berat," gumam Darman pelan. "Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan di Jakarta, Reza."

Darman mulai mengetikkan kata kunci pencarian secara bertahap.

Pencarian pertama dengan nama Reza dan universitas hanya memunculkan tautan sayembara desain lama tahun 2021 dan 2022. Pencarian kedua pada forum alumni menunjukkan ketiadaan nama Reza dalam daftar yudisium kelulusan akhir 2023.

Pada pencarian ketiga dengan kata kunci (Reza Mahendra) dan dewan kehormatan, kursor Darman berhenti pada sebuah tautan arsip buletin pers mahasiswa independen Jakarta edisi September 2023.

Darman mengklik tautan tersebut. Sebuah artikel berita mahasiswa terpampang di layar:

Lihat selengkapnya