Pukul lima lewat lima belas menit pagi.
Langit fajar di atas puncak bukit cadas Kiara di lereng Gunung Sawal perlahan berubah warna dari biru kelam menjadi semburat jingga keemasan.
Kabut tipis melayang lembut di atas lembah, menyelimuti tajuk-tajuk pohon aren yang hijau royo-royo. Jauh di bawah bukit, kepulan asap putih tipis mengepul tenang dari cerobong pabrik PT Kawung Sari Bersama yang mulai dinyalakan para penderes nira.
Reza dan Valine duduk berdampingan di atas selembar tikar pandan yang digelar di atas batu cadas datar.
Reza mengenakan kemeja flanel kotak-kotak biru dan celana kargo, memangku sebuah tabung gambar arsitektur silinder hitam bertali selempang. Di sampingnya, Valine mengenakan jaket rajut hangat warna krem, memegang termos kecil berisi teh melati manis hangat.
Matahari pagi perlahan menyembul di balik punggung bukit, memancarkan sinar hangat yang menguapkan sisa embun di rerumputan liar.
Reza menaruh cangkir tehnya di atas batu cadas, lalu melepaskan penutup tabung gambar arsitektur hitam di pangkuannya. Dari dalam tabung kedap air tersebut, Reza menarik keluar sebuah gulungan kertas kalkir tebal ukuran A3.
Kertas kalkir tersebut tampak sedikit menguning di tepi-tepinya, namun seluruh garis gambar teknik di atasnya masih terjaga sempurna dengan garis tinta rotring hitam yang masih tajam dan presisi.
Reza menggelar kertas kalkir itu di atas papan kayu lapis kecil di antara mereka berdua, lalu menindih keempat sudutnya dengan batu kerikil gunung yang halus.
Valine menundukkan kepalanya, menatap lembaran kalkir yang berkilau tertimpa cahaya matahari fajar.
Di sudut kanan bawah lembaran gambar tersebut, tertera kop etiket gambar teknik dengan tulisan tangan rapi:
STUDI RUMAH TINGGAL 03
R.M.
OKTOBER 2021
Valine menarik napas perlahan. Jemari Valine terangkat menyentuh permukaan kalkir yang halus.
Goresan denah itu menampilkan rancangan rumah tinggal berstruktur kayu jati dan baja ringan yang menyatu dengan kontur lereng bukit: sebuah ruang keluarga beratap kaca miring untuk menatap langit malam, studio arsitektur terbuka di lantai atas, dan teras kayu lebar menghadap lembah kebun aren di bawah.