Baiti Jannati Rumahku Surgaku

DENI WIJAYA
Chapter #10

BERJUMPA KEMBALI DENGAN INTAN#10

Satu tahun berlalu …….

Di sebuah halaman yang luas di panti asuhan Rumahku Surgaku, nampak seorang gadis berkulit putih berambut hitam lurus sebahu, setelan kaos kasual berwarna merah muda semakin menambah aura kecantikannya, sedang membersihkan halaman tersebut dari sampah dedaunan yang berserakan di tanah.

Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia melihat ada bayangan yang membuatnya terkejut. Ada seseorang sudah berdiri di sampingnya.

“Intan!” sapa seorang pemuda tampan yang suaranya tidak asing bagi gadis cantik tersebut.

“Kamu benar-benar Intan kan?” tanya pemuda itu lagi meyakinkan dirinya.

“I.. i.. iya Bang Budiman!” jawab Intan gugup.         

“Wah kebetulan sekali kita bisa berjumpa lagi di sini setelah delapan tahun berpisah. Bagaimana keadaanmu?” tanya Budiman.

“B.. b.. baik Bang. Bang Budiman sendiri bagaimana kabarnya?” jawab Intan balik bertanya.

Alhamdulillah baik, seperti yang kamu lihat sekarang,” jawab Budiman sambil tersenyum.

Sejenak Intan menatap seorang pemuda dengan seragam coklat khas taruna AKMIL yang berdiri di hadapannya itu dan tiba-tiba perasaannya dibuat semakin tidak menentu.

“Selamat ya Bang, kini impian Bang Budiman akhirnya kesampaian juga menjadi seorang prajurit taruna. Kalau seperti ini Bang Budiman semakin ganteng saja,” ucap Intan lirih dengan pipi yang memerah menahan malu, sejenak kemudian dia menundukkan kepalanya mencoba untuk menguasai perasaannya.

“Ah bisa saja kamu ini, semua ini juga karena kamu. Selama ini kamu selalu memberiku semangat supaya aku yakin bahwa suatu saat aku bisa menjadi seorang tentara. Terimakasih ya..,” balas Budiman.

“Terimakasih untuk apa Bang?” tanya Intan.

“Terimakasih untuk motivasi dan doanya untukku,” jawab Budiman dengan senyuman di wajahnya.

“Ya Allah, andai saja dia tahu, setiap ekspresi wajahnya semakin mengeruk rasa cintaku padanya semakin dalam,” ucap Intan dalam hati.

“Kalau mau pulang ke panti kok nggak bilang-bilang sih?” seloroh Intan sambil pura-pura memasang wajah kesal.

“Kan aku sama ibu bisa menyiapkan penyambutan,” lanjut Intan.

“Ah seperti pejabat saja, kalau datang dan pergi mesti pakai acara penyambutan segala, kan kalau bisa dibilang ini namanya bukan surprise.. iya kan.. hehe.. ” celetuk Budiman.

“Kamu sendiri mau datang ke panti kok nggak kasih kabar dulu? Sudah berapa lama kamu di sini?” tanya Budiman.

“Iya Bang, Intan rindu sama Bu Asri dan teman-teman panti, mumpung liburan kuliah. Aku di sini sudah seminggu yang lalu,” jawab Intan.

“Ngomong-ngomong kamu juga rindu nggak pada Bang Budiman ya hehe..” goda Budiman.

Intan hanya diam saja, senyuman menghiasi wajah cantiknya, rona kemerahan di kedua pipinya, menambah pesona kecantikannya.

“Hei ditanya kok malah senyum-senyum sendiri, kamu rindu nggak padaku?” kembali Budiman berusaha untuk mengulangi pertanyaannya.

Kembali Budiman tertunduk sambil berusaha untuk menyembunyikan senyumannya, dia merasa tak kuasa untuk terus bertatapan mata dengan pemuda itu, dia hanya menganggukkan kepalanya.

“O iya, gimana keadaan keluarga di Malaysia?” tanya Budiman.

Alhamdulillah baik-baik, sehat semua, Bang!” jawab Intan.

Lihat selengkapnya