Baiti Jannati Rumahku Surgaku

DENI WIJAYA
Chapter #15

KETIKA PERNIKAHAN DIBANGUN TANPA ADA CINTA #15

Kemudian mereka meninggalkan kawasan belakang Bukit Bintang untuk segera mencari tempat untuk bermalam. Menurut Balqis saat ini telah banyak jenis penginapan tersebar di Kuala Lumpur, mulai dari hostel hingga hotel bintang tujuh. Namun banyak juga hotel murah yang cukup nyaman dan bersih dengan letak lokasi sekitar 3-5 menit jalan kaki dari KL Sentral Station dan Monorail Station. Area ini dikenal dengan nama “Little India” karena mayoritas penduduknya yang berasal dari India.

Suasana lingkungannya cukup abstrak mengingat banyaknya aktivitas berlainan yang terdapat di satu tempat, seperti sekolah, gereja, vihara, perhotelan, shopping area, club house, perkantoran hingga tempat prostitusi. Walaupun cukup aman dan rapi, tetapi sebaiknya mereka tetap berhati-hati terutama jika berjalan kaki di malam hari. Akhirnya Budiman memutuskan untuk menginap di Sentral Hotel.

******

Pagi itu Budiman memutuskan untuk sarapan di restoran di samping hotel, karena hotel tempat dia menginap memang tidak menyediakan fasilitas untuk sarapan pagi. Tatkala mencari tempat duduk, dia mendengar namanya dipanggil. Budiman pun menoleh ke arah sumber suara itu. Sepertinya Budiman mengenali suara itu.

"Budiman, kemarilah!" panggil dia lagi.

Budiman kembali mencari suara yang memanggilnya. Rupanya lelaki tua itu, tidak lain tidak bukan ialah Pak Daud, seorang warga negara Malaysia yang kemarin ditolongnya kembali ke hotel karena sakit jantung yang dideritanya mendadak kambuh hingga membuatnya pingsan, saat dia mau kembali ke hotel. Kali ini Budiman tidak mungkin menolak lagi dari ajakan Pak Daud.

"Nampaknya ini mungkin sudah menjadi takdirku bertemu lagi dengan Pak Daud," gumamnya dalam hati.

Sejenak kemudian, Budiman berjalan ke arah Pak Daud yang duduk di sudut ruangan restoran yang agak sepi seolah-olah memang sengaja menunggu kedatangannya. Tanpa menunggu untuk dipersilahkan, Budiman duduk di kursi kosong di hadapan lelaki tua yang baru dikenalnya itu. Kemudian Budiman memesan makanan buat sarapan dan tak lupa dengan teh tarikh nya sekalian.

Sambil menikmati makan pagi, mereka nampak asyik dengan perbincangannya. Entah apa saja yang sudah mereka omongkan. Dalam waktu yang yang singkat mereka kelihatan sudah sangat akrab seperti bapak dengan anak.

Sejurus kemudian Budiman meminta izin untuk kembali ke kamar hotel, namun tiba-tiba Pak Daud mengajukan satu pertanyaan yang menahannya untuk tetap berada di situ.

Nak Budiman dah berumahtangga ke?" tanya Pak Daud.

"Belum," jawab Budiman singkat.

"Pernah bercinta (berpacaran)?" lanjut Pak Daud.

Lihat selengkapnya