Bajak Darat

Vitri Dwi Mantik
Chapter #3

Pulangnya Bajak Laut

Pekarangan rumah Babe Doel tak banyak berubah sejak Goen Doel meninggalkannya bertahun-tahun silam. Bale-bale bambu masih berdiri di bawah pohon mangga yang daunnya makin rindang. Di situlah Babe Doel menghabiskan sore, duduk santai sambil menikmati angin kampung.

Nyak Wahini datang dari dapur membawa secangkir kopi hitam yang masih mengepulkan uap. Cangkir itu diletakkannya di atas bangku kecil, lalu tanpa diminta ia memijat kaki suaminya sambil sesekali menyuapkan sebutir kelepon.

"Hidup begini nih yang namanya pensiun," gumam Babe Doel. "Kopi ada, kelepon ada, yang nggak ada cuma utang."

"Utang mah ada," sahut Nyak Wah. "Cuma yang nagih belum dateng."

Belum sempat Babe Doel membalas, suara yang amat dikenalnya menggema dari luar pagar.

"Beee...! Nyaaa...! Goen Doel pulkaaang...!"

Babe Doel sontak berdiri. Senyumnya mengembang sampai hampir menyentuh telinga.

Dari pintu gerbang muncul seorang lelaki berjubah panjang yang berkibar diterpa angin. Seekor gagak bertengger angkuh di pundaknya, seolah ikut menjadi bagian dari seragam kebesaran sang pemilik.

"Wiih!" seru Babe Doel. "Goen Doel! Anak Babe! Gaya amat, lu. Kayak kaisar Eropa aje pake jubah begitu."

Goen Doel tersenyum bangga. Ia menghampiri ayahnya, memeluknya erat, lalu mencium tangan yang mulai keriput itu.

"Di laut anginnya gede, Be. Kalo tiap hari gue kerokan, badan gue belang-belang. Ntar sama Bot ama Piet disangka ikan tuna raksasa."

Babe Doel terkekeh.

"Peluk emak lu juga, sono."

Goen Doel segera berbalik. Dipeluknya Nyak Wah dengan hangat, lalu diciumnya tangan perempuan yang selalu dirindukannya itu.

Nyak Wah mengusap kepala anaknya.

"Kurusan, Goen."

"Di laut diet alami, Nya."

"Yang alami mah ikan. Lu mah males makan."

Belum lama mereka melepas rindu, Nyak Wah menoleh ke belakang.

"Mana si kembar?"

Baru saja pertanyaan itu keluar, dua orang laki-laki muncul sambil berlari terbirit-birit. Masing-masing memikul tas besar dan menggulung sarung di bahu. Tanpa aba-aba mereka langsung bersimpuh di depan Babe Doel.

Lihat selengkapnya