BALADA QUINN

NUN
Chapter #23

Bab 23 : Mamaku Kaya Raya

Pagi ini Quinn tidak dalam suasana hati yang baik karena semalam Rayn mengabari bahwa ia tidak dapat memenuhi janjinya untuk datang menemui Quinn. Ada masalah besar di perusahaan yang membuatnya harus menemui banyak orang malam itu juga. Quinn tidak dapat berkata apa-apa. Ia hanya berharap Rayn segera mengatasi masalahnya. Mengingat sore harinya Rayfana juga terlihat kalut, maka sudah pasti ini urusan yang sangat amat mendesak.

Meski Quinn sedang dalam mood yang kurang baik, namun soal makanan ia tidak akan pernah menolak. Ia tetap sarapan seperti biasa. Tidak kurang dan tidak lebih. Porsinya pas seperti biasanya.

Walaupun Quinn bersikap wajar, nyatanya bau suasana hati yang buruk tetap tercium juga oleh Dita. Setelah ia menandaskan nasi gorengnya, Dita membuka pembicaraan.

“Ada yang mau Mama bicarakan,” ucap Dita menarik perhatian seluruh anggota keluarga.

“Soal Bu Rayfana? Bukankah semalam Mama sudah ceritakan padaku?” Rian terheran.

“Ini tentang Bu Rayfana, benar. Tapi, ini berhubungan dengan Grup Narpati,” ungkap Dita.

Semua orang menyimak saksama. Dita mengungkapkan bahwa ia mendapat informasi yakni hari ini akan diselenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa di Grup Narpati. Rapat ini adalah rapat yang tidak sesuai jadwal rapat umum pemegang saham biasanya. Alasan di baliknya yaitu karena kemarin dewan direksi Grup Narpati tiba-tiba mengadakan rapat dengan agenda pembatalan ekspansi bisnis ke sektor perkebunan dan pengolahan kopi dan teh, dan justru mengusung investasi di bidang pertambangan emas. Rayn sudah merencanakan dan mempersiapkan perluasan bisnis ini sejak lama. Namun akan digagalkan begitu saja.

Kemarin Rayfana tergesa kembali pulang karena ia harus membantu Rayn melobi para pemegang saham untuk memberikan persetujuan mereka pada perluasan bisnis kopi dan teh. Begitupun dengan Rayn yang sudah pasti sibuk menemui para pemegang saham. Jika hari ini Rayn bisa mendapatkan 51% suara, itu masih dalam kondisi baik, tapi belum sepenuhnya pulih. Dengan suara sebanyak 51% Rayn hanya bisa menunda pembatalan ekspansi di sektor kopi dan teh. Rayn dan Rayfana belum dapat memastikan rencana mereka bisa berjalan semestinya. Maka yang paling aman adalah mendapatkan suara lebih dari 70%.

“Atau amannya mendapat suara sebanyak 80% agar ekspansi bisnisnya tetap menggunakan proposal dari Rayn,” jelas Dita.

Quinn, Leon, dan Rian melongo mendengarkan penjelasan detail dari Dita yang saat ini terlihat seperti bagian dari Grup Narpati. Mereka heran, mengapa urusan internal Grup Narpati bisa sampai ke telinga Dita. Tak henti mereka terkesima seraya bertanya-tanya apa maksud ucapan ibunya, karena jima diceritakan pada mereka seperti ini pun, selain dukungan moril mereka tak dapat banyak membantu.

“Bagaimana bisa Mama tahu kondisi internal Grup Narpati sebanyak ini? Rayn bahkan tidak punya waktu untuk curhat padaku,” Leon mengerutkan keningnya.

Quinn mencebikkan bibirnya. Rayn bahkan tidak menyebutkan masalah ini padanya tadi malam di telepon, apalagi curhat pada Leon yang kini hanya dihubunginya sekali dalam sepekan.

“Jangan bilang Mama …” Rian tidak kuasa melanjutkan ucapannya.

Dita mengangguk pasti.

“Ya, Mama punya saham di Grup Narpati,” ungkap Dita gamblang.

Lihat selengkapnya