Baling Kipas Angin Yang Berputar

Lady Mia Hasneni
Chapter #14

Chapter 14: Hadiah Dari Ibu

Sabtu yang indah dengan gerimis tipis membasahi dedaunan di sekitaran jendela kamar Mikai. Mikai merasakan aroma kesegaran menyapanya. Tangannya sibuk mengaplikasikan rangkaian perawatan rutin wajahnya, yang selalu dia lakukan setiap pagi. Mulai dari mengaplikasikan toner kemudian dilanjutkan dengan serum dan terakhir dia menambahkan UV cream. Rasa segar juga menyeruak menghampiri wajahnya. Perempuan itu menarik nafas dalam – dalam merasakan oxygen yang luar biasa menyegarkan tiap part di paru-parunya. Udara segar sedikit lembab mesuk ke dalam kamar melewati jendela yang sengaja dia buka lebar. Sangat menyenangkan. Energinya terasa full pagi itu.

Mikai menarik kemeja batik warna hitam biru dengan motif tapak kebo khas batik baduy yang dibelinya setahun yang lalu saat dia mengunjungi Banten dari dalam lemarinya. Mikai memadukannya dengan celana kain berwarna biru. Untuk penyeimbang penampilan dia memilih jilbab berwarna hitam. Perempuan itu memperhatikan penampilannya didepan cermin. Dia tersenyum pada banyangannya dan berkata, “You look so beautiful.”

Untuk melengkapi penampilannya, Mikai meraih lipstick berwarna pink dimeja riasnya. Bibirnya kini tampak lebih cerah dari sebelumnya. Mikai kembali tersenyum melihat bayangan dirinya. Dia membiarkan wajahnya tampil secara natural tanpa menambahkan bedak ataupun compact powder atau pun segala jenis make up lainnya. Dia suka dengan look-nya yang natural. Hanya lipstick yang tak bisa dia tinggalkan.

“Mikai.”

Tiba – tiba terdengar suara yang familiar ditelinganya. Mikai menoleh kebelakang melihat Ibu masuk kekamarnya yang memang tak dia tutup pintu kamarnya. Perempuan paruh baya itu menyembunyikan sesuatu ditangannya dan langsung duduk di tepi tempat tidur Mikai.

“Wah cerah sekali di hari yang mendung ini.” Komentar sang ibu.

Mikai tersenyum mendengar komentar Ibunya. “Harus dong.” Sahut Mikai. Dia menghentikan aktifitasnya didepan cermin. Dia melangkah ke meja belajarnya dia menarik kursinya dan duduk disana. “Ada apa, Ibu?” Tanya menatap Ibunya.

“Mau nge-check aja kamu lagi apa?”

Mikai mengerutkan dahinya. Dia memastikan ada sesuatu yang ingin Ibunya sampaikan. Tapi dia membiarkan hingga ibunya sendiri yang memulai.

“So, bagaimana hasil pengecheckan ibu?”

“Kamu tampak rapi. Mau kemana?”

“Mau ke sekolah, Ibu. Kan seperti biasanya juga gitu.”

Lihat selengkapnya